ANTROPOLOGI (MANUSIA)
BAB I
PENDAHULUAN
Teologi sistematika adalah sebuah usaha untuk meneliti iman Kristen berdasarkan ajaran yang mencakup pokok studi ilmu pendidikan teologia. Di dalam teologi sistematika memiliki banyak bidang ajaran (doktrin) yang salah satunya adalah bidang Antropologi. Pada paper ini membahas tentang manusia (antropologi) yaitu bahwa manusia merupakan ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan Allah dan manusia mempunyai nilai yang lebih tinggi di bandingkan ciptaan lainnya.
BAB II
ISI
A. Denifisi
1. Menurut Perjanjian Lama, manusia terdiri dari daging dan jiwa yang hidup (Yes. 10:18) yang tidak dia miliki tetapi di dalam mana ia berada. Meskipun manusia merupakan debu (Kej.2:7;3:19) tetapi manusia memiliki nafas hidup (Kej. 2:7)dan Roh Allah (Ayb.27:3).
2. Menurut Priestercodex, manusia itu gambar dan rupa Allah (Kej.1:26a) Manusia segambar dengan Allah dapat dibuktikan pada kekuasaan manusia atas bumi yaitu menjaga dan memelihara bumi dan berkuasa terhadap ciptaan lainnya.
3. Menurut perjanjian baru, manusia itu segambaran dengan Kristus( Rom.8:29).
4. Menurut G.W.F. Hegel, manusia sebagai kesadaran pribadi yaitu bahwa manusia memiliki kesadaran yang boleh disamakan dengan Roh.
5. Antropologi Ortodoksi, manusia itu gambar Allah. Walaupun manusia sudah jatuh kedalam dosa tetapi tetap berada dalam kesamaan structural dengan Allah karena dia memiliki jiwa rasional, akal budi, dan kemauan.
B. Sifat Kondrati Manusia
Manusia terdiri dari tubuh yang berasal dari debu ( Kej. 3:19) dan jiwa yang hidup,kekal dalam satu pribadi yang sempurna (Kej.2:7,Pkh12:7). Jiwa berdiam dalam tubuh manusia( Kis. 20:10) yang menghidupkan tubuh sesuai dengan tujuan perancangannya. Jiwa manusia menunjukkan bahwa berbeda dengan kehidupan ciptaan lainnya karena nafas kehidupan manusia berasal dari nafas Allah sendiri. Manusia juga memiliki jiwa yang irasional seperti kemampuan untuk belajar, berpikir dan bernalar. Ide-ide yang ada dalam pikiran manusia yang menimbulkan emosi dan perasaan hati sehingga manusia dapat mencetuskan kehendak dan bertindak. Tubuh dapat mati atau bersifat fana tapi jiwa tidak pernah mati karena jiwa manusia merupakan Roh suci atau Cahaya ilahi.
C. Hubungan manusia dengan Allah.
Hidup sebagai manusia adalah perbuatan, tindakan yaitu: percaya kepada Allah, mengaku akan Allah dan menjadi manusia adalah hidup dalam hadirat Allah, hidup berjumpa dengan Allahdan bersama-sama dengan Allah. Allah mengkehendaki manusia agar dapat berbicara dan bertindak dan hidup dengan benar. Manusia mengenal Allahnya sebagai penciptanya dan juga dapat bertanggungjawab sendiri dihadapan Allah.
D. Hubungan manusia dengan sesamanya.
Hidup sebagai manusia terhadap sesama dengan benar yaitu memperhatikan nasib sesamanya, mendengar, berbicara, bersekutu, mengasihi dengan segenap hatinya.
E. Bukti / Pandangan
1. Menurut pandangan P. Tillich, bahwa manusia sejak mulanya memiliki persamaan wajah dengan Allah, karena logosnya mempunyai analogi dengan logos ilahi, sehingga dengan demikian logos Allah dapat tampil sebagai manusia, tanpa merusak kemanusiaan manusia.
2. Menurut pandangan E. Brunner, bahwa manusia memiliki persamaan wajah dengan Allah dalam arti “formal” artinya, bahwa manusia berdosa lebih tinggi dibandingkan makhluk ciptaan lainnya dan persamaan manusia secara “material” itu terdapat dalam pengisian struktur oleh anugerah Allah di dalam hidup orang –orang percaya. Prioritas manusia terdapat di dalam kemampuan dalam berbicara dan pertanggungjawabannya.
3. Menurut pandangan K. Barth, mengakui kebaradaan Imago Dei manusia, tetapi dia mengartikannya bukan sebagai sesuatu yang didapati pada manusia, melainkan pemberian anugerah. Barth menekankan juga bahwa manusia mempunyai persamaan dengan Allah , yaitu bahwa dia seperti Allah hidup dalam relasi sosial.
4. Menurut pandangan Protestan, manusia itu diciptakan dalam kesempurnaan relatif yaitu suatu keadaan yang benar dan kudus. Namun kekudusan dan kebaenaran manusia hilang karena kejatuhan dalam dosa.
Tetapi keadaan semula manusia dapat di kembalikan dalam Kristus, yang di dalamnya kehendak berada dalam keadaan yang sangat seimbang, tetapi sesungguhnya merupakan satu pengetahuan yang benar, Kol. 3:10, kebenarandan kesucian ( Efesus 4:24). Ketiga elemen ini membentuk kebenaran asali yangf hilang karena dosa tetapi di peroleh kembali dalam Kristus.
5. Menurut pandangan Pelagius, manusia itu diberkahi dengan pikiran, sehingga ia dapat mengenal Allah; dengan kehendak bebasnya ia dapat memilih dan melakukan kebaikan; dan kekuatan untuk memerintah ciptaan yang lebih rendah.
F. Teori dan Argumentasi
1. Teori evolusi mengenai asal usul manusia.
Teori ini menyatakan bahwa manusia merupakan keturunan langsung dari salah satu spesies manusia kera dan mempunyai nenek moyang yang sama. Teori ini menganggap evolusi sebagai metode Allah bekerja dan bahwa hanya tubuh manusia saja yang berasal dari suatu proses evolusi dari binatang yang rendah dan Allah yang memberikan jiwa yang rasional pada tubuh ini. Teori ini dengan sendirinya tidak lagi menjadi teori evolusi yang murni karena kesenjangan-kesenjangan dan keadaan dimana tindakan Allah diasumsikan. Para Teolokh kebaratan atas teori ini karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Weismann mengatakan bahwa sifatlah yang diperlukan bukanlah hasil keturunannya. Mendel juga mengemukakan bahwa variasi atau mutasi tak pernah menjadikan makhluk hidup keluar dari spesiesnya tetapi hanyalah varietas dari spesies itu yang ada.
2. Teori tentang kesatuan umat manusia.
Alkitab menyatakan bahwa seluruh umat manusia berasal dari satu spesies manusia dan Allah memerintahkan manusia untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Manusia bukan saja membentuk satu kesatuan spesifik, kesatuan dalam arti bahwa manusia mempunyai natur manuisa yang sama, juga kesatuan genetis dan ikatan keluarga. Kesatuan umat manusia ini tidaklah untuk di mengerti secara realistik, sebagaimanan diungkapkan oleh Shedd : “ Natur manusia adalah subtansi spesifik yang di ciptakan di dalam dan bersama dengan manuisa pertama dalam spesies manusia, yang belum diindividualisasikan, tetapi yang kelahiran bisa dibagikan menjadi berbagai bagian dan setiap bagian itu dibentuk mejadi individu - individu spesies yang berbeda dan terpisah. Ada beberapa argumen dari teori kesatuan manusia tersebut yaitu:
1. Argumen dari Sejarah : tradisi –tradisi dari bangsa-bangsa menunjukkan adanya satu nenek moyang yang sama dan migrasi manusia cenderung menunjukkan adanya penyebaran dari satu pusat yang sama.
2. Argumen dari Fisiologi : bahasa manusia yang menunjukkan adanya satu asal mula yang sama.
3. Argumen dari Psikologi: jiwa adalah bagian yang sanagt penting dari keseluruhan natur manusia, baiuk dalam suku bangsa tauapun bangsa manapun itu berasal, jiwa manusia tetaplah sama.
4. Argumen dari Ilmu Alam : Perbedaan- perbedaan yang muncul diantara kelompok suku-suku bangsa hanyalah varietas dari keseluruhan satu spesies.
3. Teori kemanusiaan (humanum) dari manusia.
1. Ch. Darwin menampilkan teori tentang keturunan manusia dari dunia binatang. Melalui alamiah tertentu “bermutu” di dalam “perjuangan hidup” dapat bertahan, sedangkan yang lain menjadi punah.
2. Menurut E.Brunner, bahwa manusia berbeda dengan binatang walaupun dari sejarah kejadiannya sama dengan hewan. Tetapi yang dapat membedakannya adalah di dalam rasio, kebebasan dan daya cipta manusia. Atas pertanyaan mengenai hakekat manusia dapat dikatakan bahwa manusia itu campuran kapur, fosfor, zat lemas dan lain-lain. Alkitab juga mengatakan bahwa manusia itu debu. Ada juga yang mengatakan bahwa manusia itu mesin, hewan. Semua itu mungkin benar tatapi tidak menentukan. Namun Brunner mengatakan bahwa manusia melebihi daripada hewan karena mungkin saja hewan memiliki daya pikir tetapi tidak dengan akal budi. Memiliki permulaan dari peradaban, tetapi tidak mempunyai kultur. Memilki kemauan ingin tahu tetapi tidak memiliki ilmu pengetahuan. Memiliki kemampuan untuk bermain tetapi tidak berseni. Binatang juga bisa berkawan tapi tidak mengenal persekutuan. Dan yang lebih membedakan manusia dengan binatang yaitu bahwa hewan tidak memilki hati nurani dan tidak mengenal Tuhan.
Menurut E. Brunner, ciri khas manusia yang sebernarnya terdapat di dalam kasih, hakekat manusia terdapat pertanggungjawaban dan luasnya manusia di tentukan oleh penghayatan Firman Tuhan di dalam diri kita selaku manusia.
4. Teori tentang penciptaan.
Teori ini mengungkapkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah secara langsung. Jiwa di ciptakan secara murni tetapi digabungkan dengan tubuh yang telah berdosa. Tetapi teori ini di tolak oleh Strong, yang ,mengatakan bahwa : jika teori ini mengatakan bahwa jiwa memperkenankan memiliki dosa, maka Allah menjadi penyebab langsung semua kejahatan moral.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan Allah, yang memiliki tubuh, jiwa dan Roh dan diciptakan dengan kudus dan benar. Manusia diciptakan dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan ciptaan lainnya yang dapat di buktikan melalui pada perbedaan pemikiran, tingkah laku, tanggungjawab, hak dan kewajiban, serta dapat mengenal Allah sebagai penciptanya. Walaupun manusia kehilangan kekudusan dan kebenaran tetapi itu dapat kembali dalam keadaan semula memalui Kristus.