1. Abila horokina manu, adὂlὂ zuga zilatao.
Tefuyu mbagi hendrifὂ bamuyu – muyu gego. Artinya : orang yang perkataanya
tidak menentu dan suka memutar balikkan kebenaran.
2. Abὂlὂ zakela-kela alio zanio tugala,
alio ndra lakha mbanua ahou nasa ziso donga. Artinya : bila ada tujuan
positif maka semua rintangan dapat/
bisa diatasi.
3. Afatὂ dὂla ziwalu afatὂ dὂla zese, uwai
nitou`ὂ memube`e bawoha-woha gafore.ὂ. Artinya : cara pengambilan keputusan
yang sangat tepat.
4. Adulo do`ia adulo gὂ`ὂ tutu ia bawolomὂ
tegilo-gilo manὂ. Artinya : oorang yang tidak tetap pendirian karena
perkataannya tidak dapat dipegang.
5. Afeto harita afoe dawὂ mbawi, hadia
sibai mbὂrὂ zami hari nakhe taromali. Artinya : perkataan yang enaak di dengar
lebih berharga dari pada pemberian.
6. Agega ndraono sidarua molaya, owὂra
wakhe sidarua mondrino. Artinya : sesuatu yang dipimpin oleh dua orang /
sesuatu yang di kerjakan oleh dua orang pasti akan rusak.
7. Akha lὂsumange akha lὂbὂwὂ, nasokhi li
no`alὂsὂ fehede hulὂ nidanὂ. Artinya :
perkataan yang untuk di dengar lebih berharga dari pada pemnberian.
8. Alai ndrao gafὂkha alai ndrao mbekhu,
ibe bakha langu bahulὂ gadulo manu. Artinya : keluhan seseorang yang tertipu
karena kelicikkan orang lain.
9. Alὂlὂ nafo nano munganga afeto mbago
nano mufera, awai halὂwὂ nano mubabaya. Artinya : kesungguhan seseorang atau
beberapa orang mengerjakan sesuatu karena mereka sungguh – sungguh bekerja maka
pekerjaan itu siap.
10.
Amaedola gadulo manu haba hele-hele
orudu fabali sa`ae na`ono manu, soni`a garawi bandru`u, sonikhoi moyo bahogu
geu, baso ni langὂ zanutu. Artinya : orang bersaudara bahwa hanya waktu kecil
berkumpul disamping orangtua kalau sudah dewasa berpisah untuk mencari nafkah
dan kehidupannya pasti berbeda – beda.
11.
Amuata nifaigi bua – bua nitὂngὂni.
Artinya : seseorang yang pandai bicara atau pandai berjanji bahwa yang akn di
perhatikan bukan perkataannya melainkan perbuatannya.
12.
Sitὂlu silu labὂnὂkhi yawa ambὂ tou mualὂsi
bagahe balὂtedou, halὂwὂ lὂtedou-dou. Artinya: dikatakan kepada seseorang yang
mengerjakan sesuatu pekerjaan bila biayanya kurang maka serba salah bila
melanjutkan pekerjaan itu dan pekerjaan tidak selesai.
13.
Andrὂ tabὂrὂ danὂ andrὂ tatarai ngὂfi
afu molala lagasi, afu mulua mbewa hὂni. Artinya: dikatakan kepada tindakan
yang bijaksana itu dilakukan secara tidak langsung namun hasilnya
menguntungkan.
14.
Andrὂ tolega-lega ba’andrὂ maoso-maoso
melὂ mukhao nahagio, khὂ gowe idanὂ gawo. Artinya: dikatakan kepada seesuatu
yang tidak stabil karna belum diketahui penyebabnya dan penyebabnya itu belum
diatasi.
15.
Andrὂ molali mbὂrὂ nohi khὂ balugu
oroisa langi.Bὂrὂ dὂdὂ sangandra-ngandrauli. Artinya: dikatakan kepada orang
yang selalu berpikir tidak stabil akibatnya bila dia mengerjakan sesuatu maka
tidak berhasil.
16.
Andrὂ alua gowasa andrὂ alua dome meno
ha sara dὂdὂra ndramatua-ndra’alawe. Artinya: dikatakan kepada keberhasilan
kesepakatan.Bahwa sesuatu rencana tercapai bila salah ada kesepakatan semua
pihak.
17.
Andrὂ ὂli mbua andrὂ atua mbene mesi
mbelu matua sanaro-naro. Artinya: dikatakan kepada sesuatu tempat,
rumah/kampung yang terhindar dari gangguan dari luar oleh karna ada pemuda yang
menjaganya.
18.
Andrὂ so’goto-oto mbagolὂ,andrὂ
so’gotalua mbawa ndruhὂ fabὂi faedo ira memὂrὂ dome zowatὂ. Artinya: dikatakan
kepada batas hubungan dalam keluarga walaupun hubungan antara keluarga begitu
erat namun ada batas-batas yang tidak dapat di langgar.
19.
Arὂrὂ gi arὂrὂ go dὂwu adulo, wamadὂni
silὂ boto. Artinya demikianlah orang yang asing saja bertengkar memeperebutkan
sesuatu yang tidak bermanfaat yang mereka perebutkan barang ampas tebu yang
sudah habis manisnya.
20.
Aoha mbulu zihasamὂsa abua mbulu
nihasato andrὂ adudu zolawa andrὂ adudu zolewa bὂrὂ hugὂ-hugὂ zato mehatὂ sara
hago. Artinya: demikianlah pekerjaan yang dikerjakan oarang banyak bila mereka
sehati lebih banyak hasilnya dari pada yang dikerjakan oleh satu orang.
21.
Aramba gia gὂmi siwa hagu toli hasambua
lahagu labὂzi walu hagu oi zara moli. Artinya: demikianlah keadaan orang yang
kokoh persatuannya satu oarang saja punya urusan semua orang yang lain turut
merasakannya.
22.
Asese sogὂi badaὂ tenga atete tenga tὂdὂ
tenga lὂnga tenga ulὂ lὂtaila heza manὂ. Artinya: demikianlah orang yang
pemakaian penghasilannya tidak teratur dia tidak dapat mengenal perbelanjaannya
karna dia tidak mengatur dengan baik.
23.
Awai khὂnia awai sa’ae nomanaere noahole
tetuyu tobali akaole.Mogo’o gowi ndramatua molau mbanio ndraalawe iraono zolohe
afore sibuayo zolohe tekhe nalὂ sosili sonekhe nalὂ satua sangehekhe aekhu
bambaho nomὂi mbὂrὂ wa’amate. Artinya: dikatakan kepada keluarga yang gagal
membimbing anak-anaknya akibatnya
anak-anak itu bodoh dan dungu, mereka menjadi korban orang yang lebih pintar
dari mereka dikatakan yang kepada mereka yang salah didik sehingga mereka
bekerja bukan pada tempatnya apabila yang mereka kerjakan tidak berhasil.
24.
Banomo zae-zae duho goma habadete mulete
yawa badὂdὂu obu’u bakha. Artinya: di katakan kepada orang yang dilurnya saja
baik tetapi didalam jatinya jahat.
25.
Baewa sise-ise baewa sesolo andrὂ sibai
lὂahono isumba mati’o ikhai-khai baya komo. Artinya: dikatakan kepada sesuatu
kegiatan yang tidak tenang atau tidak lancar karna ada gangguan disekitarnya.
26.
Bawa moroi yὂu bawa moroi raya mowazuzu
mowaondra, bafaoma nofazuzu haga. Artinya : orang yang sama keras, mereka sulit
untuk sepakat.
27.
Bahele kakaigu kaka nomanunὂ wofo gatua
gὂri-gὂri sὂkhido sahulὂ wongi farikho natanὂ owi. Artinya : sesuatu kegiatan
bila pada awlnya sangat baik tetapi pada akhirnya sangat jelek.
28.
Bawa badakera bawa bagambὂlὂ halὂ ayau
natola ὂhalὂ, saukhu moroi bagalitὂ. Artinya seseorang agr dia pandai memilih
nasehat – nasehat yang baik.
29.
Bewemὂ afasi bewemὂ kiliὂmὂ, bὂi singa
waakhὂtὂ be`e banafou hatὂ fa`a`ozu bewemὂ. Artinya : mengerjakan sesuatu
hendaklah pelan – pelan janagn dipaksakan carilah waktu yang tepat.
30.
Bὂi ὂbali fὂnu babὂi bali segὂ, ba wama
bὂbὂ lὂfὂ nono ndrundru tanὂ.Babὂi bali segὂ babὂi bali fὂnu, ba wama bὂbὂ khὂu
sὂfu - sὂfu mbawa laowὂmaru. Artinya : seseorang agar dia jangan menganggap
buruk nasehat itu menyakiti hati, namun tujuannya ialah orang yang di nasehati lebih berusaha dalam hidup ini.
31.
Bὂi folobὂ akhu wosonu babὂi folau hὂlua
wamefotu telu dὂdὂ ndraono sawuyu, me`e dὂdὂ ndraono samalὂgὂ. Artinya : bila memberi nasehat jangan begitu
keras dan jangan memberi nasehat karena akibatnya kurang bermanfaat ataupun
berakibat buruk.
32.
Babὂi hulὂ manu dahὂnagu sambua ihalὂ
isetaigὂ, akha hulὂ manu bafὂfὂ`ὂ sambua ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya : mengerkajan
sesuatu janganlah asal jadi dan berantakan tetapi hendaklah mengerjakannya
dengan teratur dan diselesaiakan satu persatu atau jangan ditumpuk saja dan
tidak ada satu pun yang tuntas selesai.
33.
Babὂi faὂi gambala babὂi fahὂi dufo fabὂi
oroma nὂsi wa`angao. Artinya : janganlah suka membuka rahasia kelemahan
seseorang, karena seseorang itu akan mendapat malu ataupun dia tersinggung.
34.
Bὂi farὂmba - rὂmba yὂu wὂnὂ, oidua ziwὂnὂ
olutusi nidanὂ fabὂi alua zowarὂ - warὂ. Artinya jangan membawa kerugian.
35.
Belu matua belu akhe, akha sa`ae so
dania, bano`atagedo wolombase. Artinya : ungkapan sebagai sebagai luapan
keluhan karena sudah capek menunggu permintaan baru dikabulkan.
36.
Hulὂ atoru mbua mboli, italu`i mbὂrὂ
lali. Artinya : orang yang telah berhasil, tidak mau kembali bekerja di kampung
halamannya.
37.
Hulὂ mbo`ole saekhubadὂgi. Artinya :
seseorang yang menjerumuskan orang alin supaya terjebak dalam kesusahan seperti
dia.
38.
Sigὂlu nkhu lela, boroe tὂlὂ - tὂlὂ, idὂlὂ
lela na so gὂ ikὂrὂbui na halὂwὂ. Artinya : seseorang yang hanya mau makan
tetapi malas untuk bekerja.
39.
Alawa luo afeto duo ` aleu dawuo, aisὂ nidanὂ mbanio. Artinya : jangan menunda
– nunda penyelesaian suatu pekerjaan.Semakin ditunda semakin tidak selesai.
40.
Hulὂ gari sanusu ene. Artinya : ibarat
membalas dendam atau sakit hati degan cara tersembunyi.
41.
Hulὂ hefuyu`a, sὂfὂ - sὂfὂ sate falemba
fakitὂ bagahe mbaru zanὂrὂ. Artinya : diibaratkan pada sebuah peristiwa
kejahatan yang akan menyusahkan oranng banyak.Atau sesutu tindakan yang tadak
terpuji pada akhirnya akan melibatkan banayak orang.
42.
Kauko bahili lewuὂ bandaso, faolo gὂi
ndra`ugὂ baufaolo gὂi ndra`o, fa`a`ozu fao – fao. Artinya : harus saling
menghormati antara sesama. Saling menghargai sehingga dapat hidup rukun dalam
kebersamaan. Ibaratkan dua jenis bambu, yang satu tumbuh di bukit dan yang satu
tumbuh di daratan. Akan teatapi mereka saling menghormati dan menghargai.
43.
Gumi – gumi ladari tofali sagὂrὂ tὂwa.
Artinya : sesuatu yang kecil atu sedikit jika dikumpul – kumpuldengan ditekan,
maka semakin lama semakin banyak.
44.
Hafatua maniri wamὂzi laosi. Artinya :
jangan lalai menggunakan waktu, apa yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakanlah
sekarang selagi masih segar dalam ingatan. Jangan ditunda, karena selain akan
lupa dan terbuai, kesempatan atau peluang itu tidak akan datang kembali.
45.
Gofu heza mὂi lὂsu ba`igo`ὂ - go`ὂ ia
uliho. Artinya : diibaratkan kepada
seseorang dengan keadaan atau sifat – sifatnya tetap melekat dan mengikutinya
kemana ia pergi. Segala kebiasaan dan sifatnya tidak bisa dipisahkan pada
dirinya kemanapun ia berada.
46.
Ono manawa mbanua ono manawa danὂ, aewna
ifolai, ba`ifowa`a ba danὂ. Artinya : diibaratkan pada sebatang pohon manawa
mbanua dan manawa danὂ. Pohon itu baru tumbuh dan besar jika sudah memiliki
akar yang kuat di dalam tanah.Isi pesan dalam perumpamaan ini yaitu untuk
mencapai cita- cita, pangkat atua jabatan yang tinggi harus ada dasarnya. Artinya
jangan mimpi untuk menjadi sesuatu tanpa ada modal atau tanpadasarnya.
47.
Hulὂ manaro mati`o lawayὂ, ha sanὂrὂ
bawania da`ὂ ni dou nia. Artinya : orang yang hanya menanti saja tanpa
berusaha.
48.
Hulὂ nono manu nikhai moyo. Artinya :
untuk menggambarkan suatu keadaan duka dan perasaan kehilangan karena kematian
seseorang yang tiba – tiba.
49.
Hulὂ alau nago, no fao gahe. Artinya :
bagaikan seekor kijang yang terperangkap bersama kakinya. Perumpamaan ini
mengarah pada suatu pekerjaan yang tidak berhasil dan hanya merugikan saja.
50.
Hese – hese na zese falὂ tofesu gahe,
ligi – ligi siliwi falὂ tofesu mbagi. Artinya : waspadalah selalu dalam segala
hal, supaya tidak terperangkap dan mengalami bagaiakan burung Nazese dan Siliwi
ywng berjalan denagan penuh kehatian – hatain untuk menghindari jebakan yang
dapat menjerat kaki dan leher.
51.
Hulὂ duratura hili anau zabila moroi ba
zadὂlὂ. Artinya : perumpamaan dengan menggunakan tumbuhan Tura hili dipakai
untuk menggambarkan suatu situasi yang lebbih banyak buruknya dari pada
baiknya. Jika ditujukan kepada manusia, maka itu menggambarkan perilaku
seseorang yang lebih banyak dikuasai oleh sifat – sifat, perbuatan dan pikiran
jahatnya dari pada perbuatan baik.
52.
Nifanaba bulu wakhe nifarahugὂ. Artinya
: untuk menggambarkan suatu pekerjaan yang dilakuakan satu kali kerja
saja.Tidak lagi dilalui dengan proses dan tahapan terlalu panjang. Disatukan
saja sehingga penyelesaiannya singkat.
53.
Aboto woyo – woyo basilimo. Artinya :
perumpamaan untuk menggambarkan suatu balasan atas perbuatan. Misalnya
pemberian hadiah bagi anak – anak setelah mengerjakan sesuatu. Artinya :
berbuat itu pasti ada hasilnya.
54.
Ono zaku modoi ono zaku manana, fonaha
ua khὂmὂ ba fonaha gὂi khὂma, hana nano
faruka, fὂfὂ ba gamozua. Artinya : tiap kampung ada berbagai suku, harus tolong
menolong, sifat gotong royong dan masing – masing akan menentukan hasilnya.
55.
Ligi-ligi siliwi, falὂ tofesu mbagi
hese-hese nazese, falὂ tofesu gahe. Artinya :
berhati-hati dalam bertindak.
56.
hulὂ muhede mburu’u kὂkὂ habambὂrὂta muhὂngὂ-hὂngὂ
ba zafuria taya manὂ. Artinya :rencana yang mendapat publikasi luas, tetapi tak
berkelanjutan atau tidak terealisasi.
57.
Nahasara li, hasambua zὂnda ta’olikhe
gawὂni ta’olai guli nasi. Artinya :kalau ada persatuan pekerjaan yang berat
sekalipaun bisa ditangani.
58.
hulὂ zonowi bana’ai nasὂkhi atὂ mbua, nasὂkhi atὂ lai ta’asese’ὂ
batafandrai. Artinya : kalau pertalain ( hubungan lewat perkawinan antara dua
keluarga) sebelumnya baik, maka diharapkan pertalian berikutnya.
59.
Samὂsa zi manga na’a samὂsa zigὂna gitὂ.
Artinya : seorang yang berbuat, orang lain yang menanggung akibatnya.
60.
Sara mbu, sambua limi, ifadukhai zoya
sibai. Arinya :seseorang dan perbuatannya bisa menjadi perusak persatuan atau
hubungan kekeluargaan.
61.
hulὂ malu dahὂnagὂ, sambau ihalὂ iseta’ὂ
hulὂ malu dafὂfὂgὂ,sambuqa ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya : pandai menghemat (menabung hasil kerjanya).
62.
Ya’e tou mbua ma’ae, tadὂlὂ gaheda
waneu. Artinya : bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.
63.
Abu’a gὂmὂ balὂ abu’a li. Artinya :
kata-kata sindiran ( yang menyakitkan hati) sering terlalu sulit dilupakan.
64.
Sonekhe maὂrὂ tundraha sonekhe manὂrὂ
asi, adὂlὂ’ὂ gamuri olembai zangorifi bὂi tebulὂ zinali falὂitandaὂlὂ angi.
Artinya : kita mengharapkan pertolongan orang lain yang tak kunjung datang pada
hal saudara sendiri yang siap menolong kita, kita anggap jauh.
65.
Talafo alawa waoro ba’alau nasu mbanua,
talafo adogo-dogo gὂi ba’alau zigelo danὂ. Artinya : jangan terlalu sombong dan
juga jangan terlalu merendahkan (bersikap tidak peduli), bersikaplah
biasa-biasa saja.
66.
Bὂi badu nidanὂ bawehasu-hasu. Artinya : jangan
mengambil keputusan pada saat emosi.
67.
Bὂi olifu ita mbaru satua me inὂtὂ wa`a
tosasada. Artinya : selalu bersyukur dalam hidup dan jangan lupa waktu susah.
68.
Bὂi fake gelemu go`o,hὂtὂi alawa ba hὂtὂi
musindro lὂ`ὂsi, fake gelemu wakhe hὂtὂi alawa ba hὂtὂi aὂndrὂ bὂrὂ memo`ὂsi.
Artinya : kalau kiata sudah meraih gelar setinggi apa pun tetaplah rendah hati
dan santun.
69.
Hulὂ latawi mboroe, ebua hὂgὂ moroi ba
gi`o. Artinya : lebih baik menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dari pada
menunggu pihak yang berwajib untuk bertindak / menyelesaikannya.
70.
Hulὂ zogohi boroe, fatambu nigohi ba
fatambu zogohi. Artinya : baik yang menang maupun yang kalah sama-sama
menanggung resiko / akibat.
71.
Hulὂ mbaewa badete gahe, u`ewa gὂi ba
ahegu tou, balὂ gὂi u`ewa ba ahulua. Artinya : keragu-raguan dalam mengambil
keputusan dalam sesuatu hal, karena telah diselimuti oleh berbagai
pertimbanngan.
72.
Hulὂ zigi sitoba`a lela. Artinya :
seseorang yang tidak berani mengukapkan sesuatu.
73.
Wura-wura silὂ motutu bu`u, mangawuli khὂgu
hanu-hanugu. Artinya : semua apa yang telah diucapkan / diperbuat oleh
seseorang akan dirasakan sendiri akibatnya.
74.
Alὂlὂ nafo na mo munganga, ahori gὂ na
mo mu`a, awai zino mondrὂi zi lὂ taya ha taromali sisambua. Artinya : berbuat
baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.
75.
Hulὂ la tunu go`o ba dumὂri samὂsa zamabὂli,
felendrua zanὂri-nὂri. Artinya : apa bila ada sesuatu pertikaian / pertengkaran
/ masalah diantara dau pihak, maka dari keseluruhan jumlah pihak ketiga yang
datang, hanya satu yang hendak memberikan solusi namun ratusan orang
berkehendak unruk memanas-manaskan / mengorbankan api permasalahan.
76.
Mu`ogὂri mbalugu bὂi sὂbi, foriti-riti
manὂ. Artinya : menakut-nakutkan seseorang dengan maksud tak sungguhan.
77.
Sὂkhi wame`e sὂkhi wanou`ὂ, awai zimὂrὂ
zimate. Artinya : keputusan yang baik dan benar akan selalu diakui dan
diindahkan.
78.
Solalau niasa, solalau tufo, ha elungu
bambὂrὂta ba elungu bahogu. Artinya : pikirkan lebih dulu apa yang hendak kamu
lakukan sebelum melakukan sesuatu hal, supaya kamu tidak meraba-raba lahi apa
yang anda perbuat kemudian.
79.
Hulὂ geu safatὂ hogu. Artinya :
seseorang yang tak punya semangat atau harapan dalam hidupnya.
80.
Akha mate mbaewa, si radi nawὂ. Artinya
: meskipun semuanya habis untuk sesuatu hal, namun apabial hasilnya setimpal
dengan hal itu, maka itupun tidak akan dikatakan “merugikan”.
81.
Bὂi auko dὂdὂ dalimbo, babὂi obu`u dὂdὂ
landrὂta. Artinya : hargailah perasaanya, sudah tahu dia sedang susah (sedih),
tak usah lagi menambah beban pemikirannya.
82.
Simanaga howu hao, inganga-nganga bawa
bairongo talinga. Artinya : sesungguhnya orang tidak tahu, namun masih mau lagi
menanyakan hal itu.
83.
Nifo`awi-awi lahagu, no i`orudugὂ hogu
fabaya mbὂrὂ ba ifabaya-baya`ὂ khὂgu dalu. Artinya : orang yang munafik
(penipu), selalu berkata manis, sok sopan dan berlagak jujur namun semuanya itu
omomng kosong.
84.
Idanὂ banasoa ba idanὂ ba sere. Hana na
olotu ba naso gere ba ohahau. Artinya : msekipun suasana tidak menyenangkan
tetapi bila orang yang ditakuti / disegani datang, semuanya akan tenang dan
kembali seperti semula.
85.
Sodoho, dozi bu`u hili so nono laosi.
Artinya : bila ada uang, maka keinginan dapat tercapai dengan mudah.
86.
Bὂi fagokhὂ nalὂ bago. Artinya : tak
perlu banyaak omongan / pembicaraan bila tak pernah ada bukti nyatanya.
87.
Famuwusi dὂgi lὂsu. Artinya : bekerja
keras / banting tulang.
88.
Bὂi fabu`u aya ndraono lawere,
fawere-were dania. Artinya: tak usah berjanji kalau tak mampu ditepati, karena
janji adalah hutang.
89.
Gofu hezoso mὂi lὂsu b`igo`ὂ-go`ὂ ia
uliho. Artinya : sifat dan perilaku itu akan selalu dibawa-bawa kemanapun
perginya.
90.
Abὂlὂ duhe moroi banangi. Artinya: orang
pendiam lebih pandai dari orang yang banyak bicara.
91.
Alau ndraono sidarua molaya. Artinya :
akan jatuh anak yang dua menimang.
92.
Abὂlὂ mamera`ὂ dima ba kalua zafeto.
Artinya : kalau kita terlalu menekan seseorang, dia bisa membalas dengan kasar.
93.
Alabu ndraono si darua molaya, owὂra
wakhe si darua mondrino. Artinya : pekerjaan yang dikomandoi banyak orang bisa
berantakan.
94.
Bὂi aekhugὂ luo bawὂnu. Artinya : amarah
jangan di pendam.
95.
Bὂi gesi-gesi mbowo lawa, wa arὂu siyawa
– yae tou mbua ma`ae, tadὂlὂ gaheda waneu. Artinya :bersikap dan bertindaklah
realistis, jangan berkhayal.
96.
Bὂi tuko wulawa tanὂmὂ golowingὂu.
Artinya : jangan mencari atau menciptakan masalahmu sendiri.
97.
Hulὂ dalaho barὂ zole. Artinya : bak
katak dalam tempurung ( berpikir sempit).
98.
Hulὂ fambambatὂ galitὂ, hulὂ famatua
mbalὂ ndrὂgὂ - sambua mbongi fambabὂ, samuza luo arὂu manὂ. Artinya:
mengkiaskan hubungan tak serasi antara dua pihak yang ditandai dengan semakin
saling menjauh.
99.
Hulὂ fatuko bawa zangasio. Artinya :
mengkiaskan dua pihak yang saling menyalahkan, pada hal kedua-duanya punya
andil dalam suatu persoalan.
100 Hulὂ
motomo lagigia, hulὂ motomo la`oro, lὂ arara balὂ aroro. Artinya : dikiskan
pada usaha atau organisasi yang tidak bertahan lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar