Minggu, 06 September 2020

Antropologi

 

ANTROPOLOGI (MANUSIA)

BAB I

PENDAHULUAN

Teologi sistematika adalah  sebuah usaha untuk meneliti iman Kristen berdasarkan ajaran yang mencakup pokok studi ilmu pendidikan teologia. Di dalam teologi sistematika memiliki banyak bidang ajaran (doktrin) yang salah satunya adalah bidang Antropologi. Pada paper ini membahas tentang manusia (antropologi) yaitu bahwa manusia merupakan ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan Allah dan manusia mempunyai nilai yang lebih tinggi di bandingkan ciptaan lainnya.

 

BAB II

ISI

A.   Denifisi

1.      Menurut Perjanjian Lama, manusia  terdiri dari daging dan jiwa yang hidup (Yes. 10:18) yang tidak dia miliki tetapi di dalam mana ia berada. Meskipun manusia merupakan debu (Kej.2:7;3:19) tetapi manusia memiliki nafas hidup (Kej. 2:7)dan Roh Allah (Ayb.27:3).

2.  Menurut Priestercodex, manusia itu gambar dan rupa Allah (Kej.1:26a) Manusia segambar dengan Allah dapat dibuktikan pada kekuasaan manusia atas bumi yaitu menjaga dan memelihara bumi dan berkuasa terhadap ciptaan lainnya.

3.      Menurut perjanjian baru, manusia itu segambaran dengan Kristus( Rom.8:29).

4.  Menurut  G.W.F. Hegel, manusia sebagai kesadaran pribadi yaitu bahwa manusia memiliki kesadaran yang boleh disamakan dengan Roh.

5.  Antropologi Ortodoksi, manusia itu gambar Allah. Walaupun manusia sudah jatuh kedalam dosa tetapi tetap berada dalam  kesamaan structural  dengan Allah karena dia memiliki  jiwa rasional, akal budi, dan kemauan.

 

B.     Sifat Kondrati Manusia

                Manusia terdiri dari tubuh yang berasal dari debu ( Kej. 3:19) dan jiwa yang hidup,kekal dalam satu pribadi yang sempurna (Kej.2:7,Pkh12:7). Jiwa berdiam dalam tubuh manusia( Kis. 20:10) yang menghidupkan tubuh sesuai dengan tujuan perancangannya. Jiwa manusia menunjukkan bahwa berbeda dengan kehidupan ciptaan lainnya karena nafas kehidupan manusia berasal dari nafas Allah sendiri. Manusia juga memiliki jiwa yang irasional seperti kemampuan untuk belajar, berpikir dan bernalar. Ide-ide yang ada dalam pikiran manusia yang menimbulkan emosi dan perasaan hati sehingga manusia dapat mencetuskan kehendak dan bertindak. Tubuh dapat mati atau bersifat fana tapi jiwa tidak pernah mati karena jiwa manusia merupakan Roh suci atau Cahaya ilahi.

 

C.    Hubungan manusia dengan Allah.

                Hidup sebagai manusia adalah perbuatan, tindakan yaitu: percaya kepada Allah, mengaku akan Allah dan menjadi manusia adalah hidup dalam hadirat Allah, hidup berjumpa dengan Allahdan bersama-sama dengan Allah. Allah mengkehendaki manusia agar dapat berbicara dan bertindak dan hidup dengan benar. Manusia mengenal Allahnya sebagai penciptanya dan juga dapat bertanggungjawab sendiri dihadapan Allah.

 

D.    Hubungan manusia dengan sesamanya.

Hidup sebagai manusia terhadap sesama dengan benar yaitu memperhatikan nasib sesamanya, mendengar, berbicara, bersekutu, mengasihi dengan segenap hatinya.

 

E.     Bukti /  Pandangan

1.      Menurut pandangan P. Tillich, bahwa manusia sejak mulanya memiliki persamaan wajah dengan Allah, karena logosnya mempunyai analogi dengan logos ilahi, sehingga dengan demikian logos Allah dapat tampil sebagai manusia, tanpa merusak kemanusiaan manusia.

2.      Menurut pandangan E. Brunner, bahwa manusia memiliki persamaan wajah dengan Allah dalam arti “formal” artinya, bahwa manusia berdosa lebih tinggi dibandingkan makhluk ciptaan lainnya dan  persamaan manusia secara “material” itu terdapat dalam pengisian struktur oleh anugerah Allah di dalam hidup orang –orang percaya. Prioritas manusia terdapat di dalam kemampuan dalam berbicara dan pertanggungjawabannya.

3.      Menurut pandangan K. Barth, mengakui kebaradaan Imago Dei manusia, tetapi dia mengartikannya bukan sebagai sesuatu yang didapati pada manusia, melainkan pemberian anugerah. Barth menekankan juga bahwa manusia mempunyai persamaan dengan Allah , yaitu bahwa dia seperti Allah hidup dalam relasi sosial.

4.      Menurut pandangan Protestan, manusia itu diciptakan dalam kesempurnaan relatif yaitu suatu keadaan yang benar dan kudus. Namun kekudusan dan kebaenaran manusia hilang karena kejatuhan dalam dosa.

Tetapi keadaan semula manusia dapat di kembalikan dalam Kristus, yang di dalamnya kehendak berada dalam keadaan yang sangat seimbang, tetapi sesungguhnya merupakan satu pengetahuan yang benar, Kol. 3:10,  kebenarandan kesucian ( Efesus 4:24). Ketiga elemen ini membentuk kebenaran asali yangf hilang karena dosa tetapi di peroleh kembali dalam Kristus.

5.      Menurut pandangan Pelagius, manusia itu diberkahi dengan pikiran, sehingga ia dapat mengenal Allah; dengan kehendak bebasnya ia dapat memilih dan melakukan kebaikan; dan kekuatan untuk memerintah ciptaan yang lebih rendah.

 

F.     Teori dan Argumentasi

1.      Teori evolusi mengenai asal usul manusia.

Teori ini menyatakan bahwa manusia merupakan keturunan langsung dari salah satu spesies manusia kera dan mempunyai nenek moyang yang sama. Teori ini menganggap evolusi sebagai metode Allah bekerja dan bahwa hanya tubuh manusia saja yang berasal dari suatu proses evolusi dari binatang yang rendah dan Allah yang memberikan jiwa yang rasional pada tubuh ini. Teori ini dengan sendirinya tidak lagi menjadi teori evolusi yang murni karena kesenjangan-kesenjangan dan keadaan dimana tindakan Allah diasumsikan. Para Teolokh kebaratan atas teori ini karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Weismann mengatakan bahwa sifatlah yang diperlukan bukanlah hasil keturunannya. Mendel  juga mengemukakan bahwa variasi atau mutasi tak pernah menjadikan makhluk hidup keluar dari spesiesnya tetapi hanyalah varietas dari spesies itu yang ada.

2.      Teori tentang kesatuan umat manusia.

Alkitab menyatakan bahwa seluruh umat manusia berasal dari satu spesies manusia dan Allah memerintahkan manusia  untuk beranak cucu dan memenuhi bumi. Manusia bukan saja membentuk satu kesatuan spesifik, kesatuan dalam arti bahwa manusia mempunyai natur manuisa yang sama, juga kesatuan genetis dan ikatan keluarga. Kesatuan umat manusia ini tidaklah untuk di mengerti secara realistik, sebagaimanan diungkapkan oleh Shedd : “ Natur manusia adalah subtansi spesifik yang di ciptakan di dalam dan bersama dengan manuisa pertama dalam spesies manusia, yang belum diindividualisasikan, tetapi yang kelahiran bisa dibagikan menjadi berbagai bagian dan setiap bagian itu dibentuk mejadi individu - individu spesies yang berbeda dan terpisah. Ada beberapa argumen dari teori kesatuan manusia tersebut yaitu:

1.      Argumen dari Sejarah : tradisi –tradisi dari bangsa-bangsa menunjukkan adanya satu nenek moyang yang sama dan migrasi manusia cenderung menunjukkan adanya penyebaran dari satu pusat yang sama.

2.      Argumen dari Fisiologi : bahasa manusia yang menunjukkan adanya satu asal mula yang sama.

3.      Argumen dari Psikologi: jiwa adalah bagian yang sanagt penting dari keseluruhan natur manusia, baiuk dalam suku bangsa tauapun bangsa manapun itu berasal, jiwa manusia tetaplah sama.

4.      Argumen dari Ilmu Alam : Perbedaan- perbedaan yang muncul diantara kelompok suku-suku bangsa hanyalah varietas dari keseluruhan satu spesies.

3.      Teori kemanusiaan (humanum)  dari manusia.

1.      Ch. Darwin menampilkan teori tentang keturunan manusia dari dunia binatang. Melalui alamiah tertentu “bermutu” di dalam “perjuangan hidup” dapat bertahan, sedangkan yang lain menjadi punah.

2.      Menurut E.Brunner, bahwa manusia berbeda dengan binatang walaupun dari sejarah kejadiannya sama dengan hewan. Tetapi yang dapat membedakannya adalah di dalam rasio, kebebasan dan daya cipta manusia. Atas pertanyaan mengenai hakekat manusia dapat dikatakan bahwa manusia itu campuran kapur, fosfor, zat lemas dan lain-lain. Alkitab juga mengatakan bahwa manusia itu debu. Ada juga yang mengatakan bahwa manusia itu mesin, hewan. Semua  itu mungkin benar tatapi tidak menentukan. Namun Brunner mengatakan bahwa manusia melebihi daripada hewan karena mungkin saja hewan memiliki daya pikir tetapi tidak dengan akal budi. Memiliki permulaan dari peradaban, tetapi tidak mempunyai kultur. Memilki kemauan ingin tahu tetapi tidak memiliki ilmu pengetahuan. Memiliki kemampuan untuk bermain tetapi tidak berseni. Binatang juga bisa berkawan tapi tidak mengenal persekutuan. Dan yang lebih membedakan manusia dengan binatang yaitu bahwa hewan tidak memilki hati nurani dan tidak mengenal Tuhan.

Menurut E. Brunner, ciri khas manusia yang sebernarnya terdapat di dalam kasih, hakekat manusia terdapat pertanggungjawaban  dan luasnya manusia di tentukan oleh penghayatan Firman Tuhan di dalam diri kita selaku manusia.

4.      Teori tentang penciptaan.

Teori ini mengungkapkan bahwa manusia diciptakan oleh Allah secara langsung. Jiwa di ciptakan secara murni tetapi digabungkan dengan tubuh yang telah berdosa. Tetapi teori ini di tolak oleh Strong, yang ,mengatakan bahwa : jika teori ini mengatakan bahwa jiwa memperkenankan memiliki dosa, maka Allah menjadi penyebab langsung semua kejahatan moral.

 

       

BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang segambar dan serupa dengan Allah, yang memiliki tubuh, jiwa dan Roh dan diciptakan dengan kudus dan benar. Manusia diciptakan dengan  nilai  yang lebih tinggi dibandingkan dengan ciptaan lainnya yang dapat di buktikan melalui pada perbedaan pemikiran, tingkah laku, tanggungjawab, hak dan kewajiban, serta dapat  mengenal Allah sebagai penciptanya. Walaupun manusia kehilangan kekudusan dan kebenaran tetapi itu dapat kembali dalam keadaan semula memalui Kristus.

Selasa, 12 Mei 2020

Pepatah Nias Beserta Artinya

1. Abila horokina manu, adὂlὂ zuga zilatao. Tefuyu mbagi hendrifὂ bamuyu – muyu gego. Artinya :    orang yang perkataanya tidak menentu dan suka memutar balikkan kebenaran.
 
 2. Abὂlὂ zakela-kela alio zanio tugala, alio ndra lakha mbanua ahou nasa ziso donga. Artinya : bila ada  tujuan positif  maka semua rintangan dapat/ bisa  diatasi.
 
3. Afatὂ dὂla ziwalu afatὂ dὂla zese, uwai nitou`ὂ memube`e bawoha-woha gafore.ὂ. Artinya : cara pengambilan keputusan yang sangat tepat.

 4. Adulo do`ia adulo gὂ`ὂ tutu ia bawolomὂ tegilo-gilo manὂ. Artinya : oorang yang tidak tetap pendirian karena perkataannya tidak dapat dipegang.

 5.  Afeto harita afoe dawὂ mbawi, hadia sibai mbὂrὂ zami hari nakhe taromali. Artinya : perkataan yang enaak di dengar lebih berharga dari pada pemberian.

6.  Agega ndraono sidarua molaya, owὂra wakhe sidarua mondrino. Artinya : sesuatu yang dipimpin oleh dua orang / sesuatu yang di kerjakan oleh dua orang pasti akan rusak.

7.  Akha lὂsumange akha lὂbὂwὂ, nasokhi li no`alὂsὂ fehede hulὂ  nidanὂ. Artinya : perkataan yang untuk di dengar lebih berharga dari pada pemnberian.

8.  Alai ndrao gafὂkha alai ndrao mbekhu, ibe bakha langu bahulὂ gadulo manu. Artinya : keluhan seseorang yang tertipu karena kelicikkan orang lain.

9.  Alὂlὂ nafo nano munganga afeto mbago nano mufera, awai halὂwὂ nano mubabaya. Artinya : kesungguhan seseorang atau beberapa orang mengerjakan sesuatu karena mereka sungguh – sungguh bekerja maka pekerjaan itu siap.

10.  Amaedola gadulo manu haba hele-hele orudu fabali sa`ae na`ono manu, soni`a garawi bandru`u, sonikhoi moyo bahogu geu, baso ni langὂ zanutu. Artinya : orang bersaudara bahwa hanya waktu kecil berkumpul disamping orangtua kalau sudah dewasa berpisah untuk mencari nafkah dan kehidupannya  pasti berbeda – beda.

11.  Amuata nifaigi bua – bua nitὂngὂni. Artinya : seseorang yang pandai bicara atau pandai berjanji bahwa yang akn di perhatikan bukan perkataannya melainkan perbuatannya.

12.  Sitὂlu silu labὂnὂkhi yawa ambὂ tou mualὂsi bagahe balὂtedou, halὂwὂ lὂtedou-dou. Artinya: dikatakan kepada seseorang yang mengerjakan sesuatu pekerjaan bila biayanya kurang maka serba salah bila melanjutkan pekerjaan itu dan pekerjaan tidak selesai.

13.  Andrὂ tabὂrὂ danὂ andrὂ tatarai ngὂfi afu molala lagasi, afu mulua mbewa hὂni. Artinya: dikatakan kepada tindakan yang bijaksana itu dilakukan secara tidak langsung namun hasilnya menguntungkan.

14.  Andrὂ tolega-lega ba’andrὂ maoso-maoso melὂ mukhao nahagio, khὂ gowe idanὂ gawo. Artinya: dikatakan kepada seesuatu yang tidak stabil karna belum diketahui penyebabnya dan penyebabnya itu belum diatasi.

15.  Andrὂ molali mbὂrὂ nohi khὂ balugu oroisa langi.Bὂrὂ dὂdὂ sangandra-ngandrauli. Artinya: dikatakan kepada orang yang selalu berpikir tidak stabil akibatnya bila dia mengerjakan sesuatu maka tidak berhasil.

16.  Andrὂ alua gowasa andrὂ alua dome meno ha sara dὂdὂra ndramatua-ndra’alawe. Artinya: dikatakan kepada keberhasilan kesepakatan.Bahwa sesuatu rencana tercapai bila salah ada kesepakatan semua pihak.

17.  Andrὂ ὂli mbua andrὂ atua mbene mesi mbelu matua sanaro-naro. Artinya: dikatakan kepada sesuatu tempat, rumah/kampung yang terhindar dari gangguan dari luar oleh karna ada pemuda yang menjaganya.

18.  Andrὂ so’goto-oto mbagolὂ,andrὂ so’gotalua mbawa ndruhὂ fabὂi faedo ira memὂrὂ dome zowatὂ. Artinya: dikatakan kepada batas hubungan dalam keluarga walaupun hubungan antara keluarga begitu erat namun ada batas-batas yang tidak dapat di langgar.

19.  Arὂrὂ gi arὂrὂ go dὂwu adulo, wamadὂni silὂ boto. Artinya demikianlah orang yang asing saja bertengkar memeperebutkan sesuatu yang tidak bermanfaat yang mereka perebutkan barang ampas tebu yang sudah habis manisnya.

20.  Aoha mbulu zihasamὂsa abua mbulu nihasato andrὂ adudu zolawa andrὂ adudu zolewa bὂrὂ hugὂ-hugὂ zato mehatὂ sara hago. Artinya: demikianlah pekerjaan yang dikerjakan oarang banyak bila mereka sehati lebih banyak hasilnya dari pada yang dikerjakan oleh satu orang.

21.  Aramba gia gὂmi siwa hagu toli hasambua lahagu labὂzi walu hagu oi zara moli. Artinya: demikianlah keadaan orang yang kokoh persatuannya satu oarang saja punya urusan semua orang yang lain turut merasakannya.

22.  Asese sogὂi badaὂ tenga atete tenga tὂdὂ tenga lὂnga tenga ulὂ lὂtaila heza manὂ. Artinya: demikianlah orang yang pemakaian penghasilannya tidak teratur dia tidak dapat mengenal perbelanjaannya karna dia tidak mengatur dengan baik.

23.  Awai khὂnia awai sa’ae nomanaere noahole tetuyu tobali akaole.Mogo’o gowi ndramatua molau mbanio ndraalawe iraono zolohe afore sibuayo zolohe tekhe nalὂ sosili sonekhe nalὂ satua sangehekhe aekhu bambaho nomὂi mbὂrὂ wa’amate. Artinya: dikatakan kepada keluarga yang gagal membimbing anak-anaknya  akibatnya anak-anak itu bodoh dan dungu, mereka menjadi korban orang yang lebih pintar dari mereka dikatakan yang kepada mereka yang salah didik sehingga mereka bekerja bukan pada tempatnya apabila yang mereka kerjakan tidak berhasil.

24.  Banomo zae-zae duho goma habadete mulete yawa badὂdὂu obu’u bakha. Artinya: di katakan kepada orang yang dilurnya saja baik tetapi didalam jatinya jahat.

25.  Baewa sise-ise baewa sesolo andrὂ sibai lὂahono isumba mati’o ikhai-khai baya komo. Artinya: dikatakan kepada sesuatu kegiatan yang tidak tenang atau tidak lancar karna ada gangguan disekitarnya.

26.  Bawa moroi yὂu bawa moroi raya mowazuzu mowaondra, bafaoma nofazuzu haga. Artinya : orang yang sama keras, mereka sulit untuk sepakat.

27.  Bahele kakaigu kaka nomanunὂ wofo gatua gὂri-gὂri sὂkhido sahulὂ wongi farikho natanὂ owi. Artinya : sesuatu kegiatan bila pada awlnya sangat baik tetapi pada akhirnya sangat jelek.

28.  Bawa badakera bawa bagambὂlὂ halὂ ayau natola ὂhalὂ, saukhu moroi bagalitὂ. Artinya seseorang agr dia pandai memilih nasehat – nasehat yang baik.

29.  Bewemὂ afasi bewemὂ kiliὂmὂ, bὂi singa waakhὂtὂ be`e banafou hatὂ fa`a`ozu bewemὂ. Artinya : mengerjakan sesuatu hendaklah pelan – pelan janagn dipaksakan carilah waktu yang tepat.

30.  Bὂi ὂbali fὂnu babὂi bali segὂ, ba wama bὂbὂ lὂfὂ nono ndrundru tanὂ.Babὂi bali segὂ babὂi bali fὂnu, ba wama bὂbὂ khὂu sὂfu - sὂfu mbawa laowὂmaru. Artinya : seseorang agar dia jangan menganggap buruk nasehat itu menyakiti hati, namun tujuannya ialah  orang yang di nasehati lebih  berusaha dalam hidup ini.

31.  Bὂi folobὂ akhu wosonu babὂi folau hὂlua wamefotu telu dὂdὂ ndraono sawuyu, me`e dὂdὂ ndraono samalὂgὂ.  Artinya : bila memberi nasehat jangan begitu keras dan jangan memberi nasehat karena akibatnya kurang bermanfaat ataupun berakibat buruk.

32.  Babὂi hulὂ manu dahὂnagu sambua ihalὂ isetaigὂ, akha hulὂ manu bafὂfὂ`ὂ sambua ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya : mengerkajan sesuatu janganlah asal jadi dan berantakan tetapi hendaklah mengerjakannya dengan teratur dan diselesaiakan satu persatu atau jangan ditumpuk saja dan tidak ada satu pun yang tuntas selesai.

33.  Babὂi faὂi gambala babὂi fahὂi dufo fabὂi oroma nὂsi wa`angao. Artinya : janganlah suka membuka rahasia kelemahan seseorang, karena seseorang itu akan mendapat malu ataupun dia tersinggung.

34.  Bὂi farὂmba - rὂmba yὂu wὂnὂ, oidua ziwὂnὂ olutusi nidanὂ fabὂi alua zowarὂ - warὂ.  Artinya jangan membawa kerugian.

35.  Belu matua belu akhe, akha sa`ae so dania, bano`atagedo wolombase. Artinya : ungkapan sebagai sebagai luapan keluhan karena sudah capek menunggu permintaan baru dikabulkan.

36.  Hulὂ atoru mbua mboli, italu`i mbὂrὂ lali. Artinya : orang yang telah berhasil, tidak mau kembali bekerja di kampung halamannya.

37.  Hulὂ mbo`ole saekhubadὂgi. Artinya : seseorang yang menjerumuskan orang alin supaya terjebak dalam kesusahan seperti dia.

38.  Sigὂlu nkhu lela, boroe tὂlὂ - tὂlὂ, idὂlὂ lela na so gὂ ikὂrὂbui na halὂwὂ. Artinya : seseorang yang hanya mau makan tetapi malas untuk bekerja.

39.  Alawa luo afeto duo ` aleu dawuo,  aisὂ nidanὂ mbanio. Artinya : jangan menunda – nunda penyelesaian suatu pekerjaan.Semakin ditunda semakin tidak selesai.

40.  Hulὂ gari sanusu ene. Artinya : ibarat membalas dendam atau sakit hati degan cara tersembunyi.

41.  Hulὂ hefuyu`a, sὂfὂ - sὂfὂ sate falemba fakitὂ bagahe mbaru zanὂrὂ. Artinya : diibaratkan pada sebuah peristiwa kejahatan yang akan menyusahkan oranng banyak.Atau sesutu tindakan yang tadak terpuji pada akhirnya akan melibatkan banayak orang.

42.  Kauko bahili lewuὂ bandaso, faolo gὂi ndra`ugὂ baufaolo gὂi ndra`o, fa`a`ozu fao – fao. Artinya : harus saling menghormati antara sesama. Saling menghargai sehingga dapat hidup rukun dalam kebersamaan. Ibaratkan dua jenis bambu, yang satu tumbuh di bukit dan yang satu tumbuh di daratan. Akan teatapi mereka saling menghormati dan menghargai.

43.  Gumi – gumi ladari tofali sagὂrὂ tὂwa. Artinya : sesuatu yang kecil atu sedikit jika dikumpul – kumpuldengan ditekan, maka semakin lama semakin banyak.

44.  Hafatua maniri wamὂzi laosi. Artinya : jangan lalai menggunakan waktu, apa yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakanlah sekarang selagi masih segar dalam ingatan. Jangan ditunda, karena selain akan lupa dan terbuai, kesempatan atau peluang itu tidak akan datang kembali.

45.  Gofu heza mὂi lὂsu ba`igo`ὂ - go`ὂ ia uliho. Artinya  : diibaratkan kepada seseorang dengan keadaan atau sifat – sifatnya tetap melekat dan mengikutinya kemana ia pergi. Segala kebiasaan dan sifatnya tidak bisa dipisahkan pada dirinya kemanapun ia berada.

46.  Ono manawa mbanua ono manawa danὂ, aewna ifolai, ba`ifowa`a ba danὂ. Artinya : diibaratkan pada sebatang pohon manawa mbanua dan manawa danὂ. Pohon itu baru tumbuh dan besar jika sudah memiliki akar yang kuat di dalam tanah.Isi pesan dalam perumpamaan ini yaitu untuk mencapai cita- cita, pangkat atua jabatan yang tinggi harus ada dasarnya. Artinya jangan mimpi untuk menjadi sesuatu tanpa ada modal atau tanpadasarnya.

47.  Hulὂ manaro mati`o lawayὂ, ha sanὂrὂ bawania da`ὂ ni dou nia. Artinya : orang yang hanya menanti saja tanpa berusaha.

48.  Hulὂ nono manu nikhai moyo. Artinya : untuk menggambarkan suatu keadaan duka dan perasaan kehilangan karena kematian seseorang yang tiba – tiba.

49.  Hulὂ alau nago, no fao gahe. Artinya : bagaikan seekor kijang yang terperangkap bersama kakinya. Perumpamaan ini mengarah pada suatu pekerjaan yang tidak berhasil dan hanya merugikan saja.

50.  Hese – hese na zese falὂ tofesu gahe, ligi – ligi siliwi falὂ tofesu mbagi. Artinya : waspadalah selalu dalam segala hal, supaya tidak terperangkap dan mengalami bagaiakan burung Nazese dan Siliwi ywng berjalan denagan penuh kehatian – hatain untuk menghindari jebakan yang dapat menjerat kaki dan leher.

51.  Hulὂ duratura hili anau zabila moroi ba zadὂlὂ. Artinya : perumpamaan dengan menggunakan tumbuhan Tura hili dipakai untuk menggambarkan suatu situasi yang lebbih banyak buruknya dari pada baiknya. Jika ditujukan kepada manusia, maka itu menggambarkan perilaku seseorang yang lebih banyak dikuasai oleh sifat – sifat, perbuatan dan pikiran jahatnya dari pada perbuatan baik.

52.  Nifanaba bulu wakhe nifarahugὂ. Artinya : untuk menggambarkan suatu pekerjaan yang dilakuakan satu kali kerja saja.Tidak lagi dilalui dengan proses dan tahapan terlalu panjang. Disatukan saja sehingga penyelesaiannya singkat.

53.  Aboto woyo – woyo basilimo. Artinya : perumpamaan untuk menggambarkan suatu balasan atas perbuatan. Misalnya pemberian hadiah bagi anak – anak setelah mengerjakan sesuatu. Artinya : berbuat itu pasti ada hasilnya.

54.  Ono zaku modoi ono zaku manana, fonaha ua khὂmὂ ba fonaha gὂi khὂma, hana  nano faruka, fὂfὂ ba gamozua. Artinya : tiap kampung ada berbagai suku, harus tolong menolong, sifat gotong royong dan masing – masing akan menentukan hasilnya.

55.  Ligi-ligi siliwi, falὂ tofesu mbagi hese-hese nazese, falὂ tofesu gahe. Artinya :  berhati-hati dalam bertindak.

56.  hulὂ muhede mburu’u kὂkὂ habambὂrὂta muhὂngὂ-hὂngὂ ba zafuria taya manὂ. Artinya :rencana yang mendapat publikasi luas, tetapi tak berkelanjutan atau tidak terealisasi.

57.  Nahasara li, hasambua zὂnda ta’olikhe gawὂni ta’olai guli nasi. Artinya :kalau ada persatuan pekerjaan yang berat sekalipaun bisa ditangani.

58.  hulὂ zonowi bana’ai  nasὂkhi atὂ mbua, nasὂkhi atὂ lai ta’asese’ὂ batafandrai. Artinya : kalau pertalain ( hubungan lewat perkawinan antara dua keluarga) sebelumnya baik, maka diharapkan pertalian berikutnya.

59.  Samὂsa zi manga na’a samὂsa zigὂna gitὂ. Artinya : seorang yang berbuat, orang lain yang menanggung akibatnya.

60.  Sara mbu, sambua limi, ifadukhai zoya sibai. Arinya :seseorang dan perbuatannya bisa menjadi perusak persatuan atau hubungan kekeluargaan.

61.  hulὂ malu dahὂnagὂ, sambau ihalὂ iseta’ὂ hulὂ malu dafὂfὂgὂ,sambuqa ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya :  pandai menghemat (menabung hasil kerjanya).

62.  Ya’e tou mbua ma’ae, tadὂlὂ gaheda waneu. Artinya : bersikap dan bertindaklah realistis, jangan  berkhayal.

63.  Abu’a gὂmὂ balὂ abu’a li. Artinya : kata-kata sindiran ( yang menyakitkan hati) sering terlalu sulit dilupakan.

64.  Sonekhe maὂrὂ tundraha sonekhe manὂrὂ asi, adὂlὂ’ὂ gamuri olembai zangorifi bὂi tebulὂ zinali falὂitandaὂlὂ angi. Artinya : kita mengharapkan pertolongan orang lain yang tak kunjung datang pada hal saudara sendiri yang siap menolong kita, kita anggap jauh.

65.  Talafo alawa waoro ba’alau nasu mbanua, talafo adogo-dogo gὂi ba’alau zigelo danὂ. Artinya : jangan terlalu sombong dan juga jangan terlalu merendahkan (bersikap tidak peduli), bersikaplah biasa-biasa saja.

66.  Bὂi  badu nidanὂ bawehasu-hasu. Artinya : jangan mengambil keputusan pada saat emosi.

67.  Bὂi olifu ita mbaru satua me inὂtὂ wa`a tosasada. Artinya : selalu bersyukur dalam hidup dan jangan lupa waktu susah.

68.  Bὂi fake gelemu go`o,hὂtὂi alawa ba hὂtὂi musindro lὂ`ὂsi, fake gelemu wakhe hὂtὂi alawa ba hὂtὂi aὂndrὂ bὂrὂ memo`ὂsi. Artinya : kalau kiata sudah meraih gelar setinggi apa pun tetaplah rendah hati dan santun.

69.  Hulὂ latawi mboroe, ebua hὂgὂ moroi ba gi`o. Artinya : lebih baik menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dari pada menunggu pihak yang berwajib untuk bertindak / menyelesaikannya.

70.  Hulὂ zogohi boroe, fatambu nigohi ba fatambu zogohi. Artinya : baik yang menang maupun yang kalah sama-sama menanggung resiko / akibat.

71.  Hulὂ mbaewa badete gahe, u`ewa gὂi ba ahegu tou, balὂ gὂi u`ewa ba ahulua. Artinya : keragu-raguan dalam mengambil keputusan dalam sesuatu hal, karena telah diselimuti oleh berbagai pertimbanngan.

72.  Hulὂ zigi sitoba`a lela. Artinya : seseorang yang tidak berani mengukapkan sesuatu.

73.  Wura-wura silὂ motutu bu`u, mangawuli khὂgu hanu-hanugu. Artinya : semua apa yang telah diucapkan / diperbuat oleh seseorang akan dirasakan sendiri akibatnya.

74.  Alὂlὂ nafo na mo munganga, ahori gὂ na mo mu`a, awai zino mondrὂi zi lὂ taya ha taromali sisambua. Artinya : berbuat baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.

75.  Hulὂ la tunu go`o ba dumὂri samὂsa zamabὂli, felendrua zanὂri-nὂri. Artinya : apa bila ada sesuatu pertikaian / pertengkaran / masalah diantara dau pihak, maka dari keseluruhan jumlah pihak ketiga yang datang, hanya satu yang hendak memberikan solusi namun ratusan orang berkehendak unruk memanas-manaskan / mengorbankan api permasalahan.

76.  Mu`ogὂri mbalugu bὂi sὂbi, foriti-riti manὂ. Artinya : menakut-nakutkan seseorang dengan maksud tak sungguhan.

77.  Sὂkhi wame`e sὂkhi wanou`ὂ, awai zimὂrὂ zimate. Artinya : keputusan yang baik dan benar akan selalu diakui dan diindahkan.

78.  Solalau niasa, solalau tufo, ha elungu bambὂrὂta ba elungu bahogu. Artinya : pikirkan lebih dulu apa yang hendak kamu lakukan sebelum melakukan sesuatu hal, supaya kamu tidak meraba-raba lahi apa yang anda perbuat kemudian.

79.  Hulὂ geu safatὂ hogu. Artinya : seseorang yang tak punya semangat atau harapan dalam hidupnya.

80.  Akha mate mbaewa, si radi nawὂ. Artinya : meskipun semuanya habis untuk sesuatu hal, namun apabial hasilnya setimpal dengan hal itu, maka itupun tidak akan dikatakan “merugikan”.

81.  Bὂi auko dὂdὂ dalimbo, babὂi obu`u dὂdὂ landrὂta. Artinya : hargailah perasaanya, sudah tahu dia sedang susah (sedih), tak usah lagi menambah beban pemikirannya.

82.  Simanaga howu hao, inganga-nganga bawa bairongo talinga. Artinya : sesungguhnya orang tidak tahu, namun masih mau lagi menanyakan hal itu.

83.  Nifo`awi-awi lahagu, no i`orudugὂ hogu fabaya mbὂrὂ ba ifabaya-baya`ὂ khὂgu dalu. Artinya : orang yang munafik (penipu), selalu berkata manis, sok sopan dan berlagak jujur namun semuanya itu omomng kosong.

84.  Idanὂ banasoa ba idanὂ ba sere. Hana na olotu ba naso gere ba ohahau. Artinya : msekipun suasana tidak menyenangkan tetapi bila orang yang ditakuti / disegani datang, semuanya akan tenang dan kembali seperti semula.

85.  Sodoho, dozi bu`u hili so nono laosi. Artinya : bila ada uang, maka keinginan dapat tercapai dengan mudah.

86.  Bὂi fagokhὂ nalὂ bago. Artinya : tak perlu banyaak omongan / pembicaraan bila tak pernah ada bukti nyatanya.

87.  Famuwusi dὂgi lὂsu. Artinya : bekerja keras / banting tulang.

88.  Bὂi fabu`u aya ndraono lawere, fawere-were dania. Artinya: tak usah berjanji kalau tak mampu ditepati, karena janji adalah hutang.

89.  Gofu hezoso mὂi lὂsu b`igo`ὂ-go`ὂ ia uliho. Artinya : sifat dan perilaku itu akan selalu dibawa-bawa kemanapun perginya.

90.  Abὂlὂ duhe moroi banangi. Artinya: orang pendiam lebih pandai dari orang yang banyak bicara.

91.  Alau ndraono sidarua molaya. Artinya : akan jatuh anak yang dua menimang.

92.  Abὂlὂ mamera`ὂ dima ba kalua zafeto. Artinya : kalau kita terlalu menekan seseorang, dia bisa membalas dengan kasar.

93.  Alabu ndraono si darua molaya, owὂra wakhe si darua mondrino. Artinya : pekerjaan yang dikomandoi banyak orang bisa berantakan.

94.  Bὂi aekhugὂ luo bawὂnu. Artinya : amarah jangan di pendam.

95.  Bὂi gesi-gesi mbowo lawa, wa arὂu siyawa – yae tou mbua ma`ae, tadὂlὂ gaheda waneu. Artinya :bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.

96.  Bὂi tuko wulawa tanὂmὂ golowingὂu. Artinya : jangan mencari atau menciptakan masalahmu sendiri.

97.  Hulὂ dalaho barὂ zole. Artinya : bak katak dalam tempurung ( berpikir sempit).

98.  Hulὂ fambambatὂ galitὂ, hulὂ famatua mbalὂ ndrὂgὂ - sambua mbongi fambabὂ, samuza luo arὂu manὂ. Artinya: mengkiaskan hubungan tak serasi antara dua pihak yang ditandai dengan semakin saling menjauh.

99.  Hulὂ fatuko bawa zangasio. Artinya : mengkiaskan dua pihak yang saling menyalahkan, pada hal kedua-duanya punya andil dalam suatu persoalan.

100 Hulὂ motomo lagigia, hulὂ motomo la`oro, lὂ arara balὂ aroro. Artinya : dikiskan pada usaha atau organisasi yang tidak bertahan lama.