Selasa, 12 Mei 2020

Pepatah Nias Beserta Artinya

1. Abila horokina manu, adὂlὂ zuga zilatao. Tefuyu mbagi hendrifὂ bamuyu – muyu gego. Artinya :    orang yang perkataanya tidak menentu dan suka memutar balikkan kebenaran.
 
 2. Abὂlὂ zakela-kela alio zanio tugala, alio ndra lakha mbanua ahou nasa ziso donga. Artinya : bila ada  tujuan positif  maka semua rintangan dapat/ bisa  diatasi.
 
3. Afatὂ dὂla ziwalu afatὂ dὂla zese, uwai nitou`ὂ memube`e bawoha-woha gafore.ὂ. Artinya : cara pengambilan keputusan yang sangat tepat.

 4. Adulo do`ia adulo gὂ`ὂ tutu ia bawolomὂ tegilo-gilo manὂ. Artinya : oorang yang tidak tetap pendirian karena perkataannya tidak dapat dipegang.

 5.  Afeto harita afoe dawὂ mbawi, hadia sibai mbὂrὂ zami hari nakhe taromali. Artinya : perkataan yang enaak di dengar lebih berharga dari pada pemberian.

6.  Agega ndraono sidarua molaya, owὂra wakhe sidarua mondrino. Artinya : sesuatu yang dipimpin oleh dua orang / sesuatu yang di kerjakan oleh dua orang pasti akan rusak.

7.  Akha lὂsumange akha lὂbὂwὂ, nasokhi li no`alὂsὂ fehede hulὂ  nidanὂ. Artinya : perkataan yang untuk di dengar lebih berharga dari pada pemnberian.

8.  Alai ndrao gafὂkha alai ndrao mbekhu, ibe bakha langu bahulὂ gadulo manu. Artinya : keluhan seseorang yang tertipu karena kelicikkan orang lain.

9.  Alὂlὂ nafo nano munganga afeto mbago nano mufera, awai halὂwὂ nano mubabaya. Artinya : kesungguhan seseorang atau beberapa orang mengerjakan sesuatu karena mereka sungguh – sungguh bekerja maka pekerjaan itu siap.

10.  Amaedola gadulo manu haba hele-hele orudu fabali sa`ae na`ono manu, soni`a garawi bandru`u, sonikhoi moyo bahogu geu, baso ni langὂ zanutu. Artinya : orang bersaudara bahwa hanya waktu kecil berkumpul disamping orangtua kalau sudah dewasa berpisah untuk mencari nafkah dan kehidupannya  pasti berbeda – beda.

11.  Amuata nifaigi bua – bua nitὂngὂni. Artinya : seseorang yang pandai bicara atau pandai berjanji bahwa yang akn di perhatikan bukan perkataannya melainkan perbuatannya.

12.  Sitὂlu silu labὂnὂkhi yawa ambὂ tou mualὂsi bagahe balὂtedou, halὂwὂ lὂtedou-dou. Artinya: dikatakan kepada seseorang yang mengerjakan sesuatu pekerjaan bila biayanya kurang maka serba salah bila melanjutkan pekerjaan itu dan pekerjaan tidak selesai.

13.  Andrὂ tabὂrὂ danὂ andrὂ tatarai ngὂfi afu molala lagasi, afu mulua mbewa hὂni. Artinya: dikatakan kepada tindakan yang bijaksana itu dilakukan secara tidak langsung namun hasilnya menguntungkan.

14.  Andrὂ tolega-lega ba’andrὂ maoso-maoso melὂ mukhao nahagio, khὂ gowe idanὂ gawo. Artinya: dikatakan kepada seesuatu yang tidak stabil karna belum diketahui penyebabnya dan penyebabnya itu belum diatasi.

15.  Andrὂ molali mbὂrὂ nohi khὂ balugu oroisa langi.Bὂrὂ dὂdὂ sangandra-ngandrauli. Artinya: dikatakan kepada orang yang selalu berpikir tidak stabil akibatnya bila dia mengerjakan sesuatu maka tidak berhasil.

16.  Andrὂ alua gowasa andrὂ alua dome meno ha sara dὂdὂra ndramatua-ndra’alawe. Artinya: dikatakan kepada keberhasilan kesepakatan.Bahwa sesuatu rencana tercapai bila salah ada kesepakatan semua pihak.

17.  Andrὂ ὂli mbua andrὂ atua mbene mesi mbelu matua sanaro-naro. Artinya: dikatakan kepada sesuatu tempat, rumah/kampung yang terhindar dari gangguan dari luar oleh karna ada pemuda yang menjaganya.

18.  Andrὂ so’goto-oto mbagolὂ,andrὂ so’gotalua mbawa ndruhὂ fabὂi faedo ira memὂrὂ dome zowatὂ. Artinya: dikatakan kepada batas hubungan dalam keluarga walaupun hubungan antara keluarga begitu erat namun ada batas-batas yang tidak dapat di langgar.

19.  Arὂrὂ gi arὂrὂ go dὂwu adulo, wamadὂni silὂ boto. Artinya demikianlah orang yang asing saja bertengkar memeperebutkan sesuatu yang tidak bermanfaat yang mereka perebutkan barang ampas tebu yang sudah habis manisnya.

20.  Aoha mbulu zihasamὂsa abua mbulu nihasato andrὂ adudu zolawa andrὂ adudu zolewa bὂrὂ hugὂ-hugὂ zato mehatὂ sara hago. Artinya: demikianlah pekerjaan yang dikerjakan oarang banyak bila mereka sehati lebih banyak hasilnya dari pada yang dikerjakan oleh satu orang.

21.  Aramba gia gὂmi siwa hagu toli hasambua lahagu labὂzi walu hagu oi zara moli. Artinya: demikianlah keadaan orang yang kokoh persatuannya satu oarang saja punya urusan semua orang yang lain turut merasakannya.

22.  Asese sogὂi badaὂ tenga atete tenga tὂdὂ tenga lὂnga tenga ulὂ lὂtaila heza manὂ. Artinya: demikianlah orang yang pemakaian penghasilannya tidak teratur dia tidak dapat mengenal perbelanjaannya karna dia tidak mengatur dengan baik.

23.  Awai khὂnia awai sa’ae nomanaere noahole tetuyu tobali akaole.Mogo’o gowi ndramatua molau mbanio ndraalawe iraono zolohe afore sibuayo zolohe tekhe nalὂ sosili sonekhe nalὂ satua sangehekhe aekhu bambaho nomὂi mbὂrὂ wa’amate. Artinya: dikatakan kepada keluarga yang gagal membimbing anak-anaknya  akibatnya anak-anak itu bodoh dan dungu, mereka menjadi korban orang yang lebih pintar dari mereka dikatakan yang kepada mereka yang salah didik sehingga mereka bekerja bukan pada tempatnya apabila yang mereka kerjakan tidak berhasil.

24.  Banomo zae-zae duho goma habadete mulete yawa badὂdὂu obu’u bakha. Artinya: di katakan kepada orang yang dilurnya saja baik tetapi didalam jatinya jahat.

25.  Baewa sise-ise baewa sesolo andrὂ sibai lὂahono isumba mati’o ikhai-khai baya komo. Artinya: dikatakan kepada sesuatu kegiatan yang tidak tenang atau tidak lancar karna ada gangguan disekitarnya.

26.  Bawa moroi yὂu bawa moroi raya mowazuzu mowaondra, bafaoma nofazuzu haga. Artinya : orang yang sama keras, mereka sulit untuk sepakat.

27.  Bahele kakaigu kaka nomanunὂ wofo gatua gὂri-gὂri sὂkhido sahulὂ wongi farikho natanὂ owi. Artinya : sesuatu kegiatan bila pada awlnya sangat baik tetapi pada akhirnya sangat jelek.

28.  Bawa badakera bawa bagambὂlὂ halὂ ayau natola ὂhalὂ, saukhu moroi bagalitὂ. Artinya seseorang agr dia pandai memilih nasehat – nasehat yang baik.

29.  Bewemὂ afasi bewemὂ kiliὂmὂ, bὂi singa waakhὂtὂ be`e banafou hatὂ fa`a`ozu bewemὂ. Artinya : mengerjakan sesuatu hendaklah pelan – pelan janagn dipaksakan carilah waktu yang tepat.

30.  Bὂi ὂbali fὂnu babὂi bali segὂ, ba wama bὂbὂ lὂfὂ nono ndrundru tanὂ.Babὂi bali segὂ babὂi bali fὂnu, ba wama bὂbὂ khὂu sὂfu - sὂfu mbawa laowὂmaru. Artinya : seseorang agar dia jangan menganggap buruk nasehat itu menyakiti hati, namun tujuannya ialah  orang yang di nasehati lebih  berusaha dalam hidup ini.

31.  Bὂi folobὂ akhu wosonu babὂi folau hὂlua wamefotu telu dὂdὂ ndraono sawuyu, me`e dὂdὂ ndraono samalὂgὂ.  Artinya : bila memberi nasehat jangan begitu keras dan jangan memberi nasehat karena akibatnya kurang bermanfaat ataupun berakibat buruk.

32.  Babὂi hulὂ manu dahὂnagu sambua ihalὂ isetaigὂ, akha hulὂ manu bafὂfὂ`ὂ sambua ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya : mengerkajan sesuatu janganlah asal jadi dan berantakan tetapi hendaklah mengerjakannya dengan teratur dan diselesaiakan satu persatu atau jangan ditumpuk saja dan tidak ada satu pun yang tuntas selesai.

33.  Babὂi faὂi gambala babὂi fahὂi dufo fabὂi oroma nὂsi wa`angao. Artinya : janganlah suka membuka rahasia kelemahan seseorang, karena seseorang itu akan mendapat malu ataupun dia tersinggung.

34.  Bὂi farὂmba - rὂmba yὂu wὂnὂ, oidua ziwὂnὂ olutusi nidanὂ fabὂi alua zowarὂ - warὂ.  Artinya jangan membawa kerugian.

35.  Belu matua belu akhe, akha sa`ae so dania, bano`atagedo wolombase. Artinya : ungkapan sebagai sebagai luapan keluhan karena sudah capek menunggu permintaan baru dikabulkan.

36.  Hulὂ atoru mbua mboli, italu`i mbὂrὂ lali. Artinya : orang yang telah berhasil, tidak mau kembali bekerja di kampung halamannya.

37.  Hulὂ mbo`ole saekhubadὂgi. Artinya : seseorang yang menjerumuskan orang alin supaya terjebak dalam kesusahan seperti dia.

38.  Sigὂlu nkhu lela, boroe tὂlὂ - tὂlὂ, idὂlὂ lela na so gὂ ikὂrὂbui na halὂwὂ. Artinya : seseorang yang hanya mau makan tetapi malas untuk bekerja.

39.  Alawa luo afeto duo ` aleu dawuo,  aisὂ nidanὂ mbanio. Artinya : jangan menunda – nunda penyelesaian suatu pekerjaan.Semakin ditunda semakin tidak selesai.

40.  Hulὂ gari sanusu ene. Artinya : ibarat membalas dendam atau sakit hati degan cara tersembunyi.

41.  Hulὂ hefuyu`a, sὂfὂ - sὂfὂ sate falemba fakitὂ bagahe mbaru zanὂrὂ. Artinya : diibaratkan pada sebuah peristiwa kejahatan yang akan menyusahkan oranng banyak.Atau sesutu tindakan yang tadak terpuji pada akhirnya akan melibatkan banayak orang.

42.  Kauko bahili lewuὂ bandaso, faolo gὂi ndra`ugὂ baufaolo gὂi ndra`o, fa`a`ozu fao – fao. Artinya : harus saling menghormati antara sesama. Saling menghargai sehingga dapat hidup rukun dalam kebersamaan. Ibaratkan dua jenis bambu, yang satu tumbuh di bukit dan yang satu tumbuh di daratan. Akan teatapi mereka saling menghormati dan menghargai.

43.  Gumi – gumi ladari tofali sagὂrὂ tὂwa. Artinya : sesuatu yang kecil atu sedikit jika dikumpul – kumpuldengan ditekan, maka semakin lama semakin banyak.

44.  Hafatua maniri wamὂzi laosi. Artinya : jangan lalai menggunakan waktu, apa yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakanlah sekarang selagi masih segar dalam ingatan. Jangan ditunda, karena selain akan lupa dan terbuai, kesempatan atau peluang itu tidak akan datang kembali.

45.  Gofu heza mὂi lὂsu ba`igo`ὂ - go`ὂ ia uliho. Artinya  : diibaratkan kepada seseorang dengan keadaan atau sifat – sifatnya tetap melekat dan mengikutinya kemana ia pergi. Segala kebiasaan dan sifatnya tidak bisa dipisahkan pada dirinya kemanapun ia berada.

46.  Ono manawa mbanua ono manawa danὂ, aewna ifolai, ba`ifowa`a ba danὂ. Artinya : diibaratkan pada sebatang pohon manawa mbanua dan manawa danὂ. Pohon itu baru tumbuh dan besar jika sudah memiliki akar yang kuat di dalam tanah.Isi pesan dalam perumpamaan ini yaitu untuk mencapai cita- cita, pangkat atua jabatan yang tinggi harus ada dasarnya. Artinya jangan mimpi untuk menjadi sesuatu tanpa ada modal atau tanpadasarnya.

47.  Hulὂ manaro mati`o lawayὂ, ha sanὂrὂ bawania da`ὂ ni dou nia. Artinya : orang yang hanya menanti saja tanpa berusaha.

48.  Hulὂ nono manu nikhai moyo. Artinya : untuk menggambarkan suatu keadaan duka dan perasaan kehilangan karena kematian seseorang yang tiba – tiba.

49.  Hulὂ alau nago, no fao gahe. Artinya : bagaikan seekor kijang yang terperangkap bersama kakinya. Perumpamaan ini mengarah pada suatu pekerjaan yang tidak berhasil dan hanya merugikan saja.

50.  Hese – hese na zese falὂ tofesu gahe, ligi – ligi siliwi falὂ tofesu mbagi. Artinya : waspadalah selalu dalam segala hal, supaya tidak terperangkap dan mengalami bagaiakan burung Nazese dan Siliwi ywng berjalan denagan penuh kehatian – hatain untuk menghindari jebakan yang dapat menjerat kaki dan leher.

51.  Hulὂ duratura hili anau zabila moroi ba zadὂlὂ. Artinya : perumpamaan dengan menggunakan tumbuhan Tura hili dipakai untuk menggambarkan suatu situasi yang lebbih banyak buruknya dari pada baiknya. Jika ditujukan kepada manusia, maka itu menggambarkan perilaku seseorang yang lebih banyak dikuasai oleh sifat – sifat, perbuatan dan pikiran jahatnya dari pada perbuatan baik.

52.  Nifanaba bulu wakhe nifarahugὂ. Artinya : untuk menggambarkan suatu pekerjaan yang dilakuakan satu kali kerja saja.Tidak lagi dilalui dengan proses dan tahapan terlalu panjang. Disatukan saja sehingga penyelesaiannya singkat.

53.  Aboto woyo – woyo basilimo. Artinya : perumpamaan untuk menggambarkan suatu balasan atas perbuatan. Misalnya pemberian hadiah bagi anak – anak setelah mengerjakan sesuatu. Artinya : berbuat itu pasti ada hasilnya.

54.  Ono zaku modoi ono zaku manana, fonaha ua khὂmὂ ba fonaha gὂi khὂma, hana  nano faruka, fὂfὂ ba gamozua. Artinya : tiap kampung ada berbagai suku, harus tolong menolong, sifat gotong royong dan masing – masing akan menentukan hasilnya.

55.  Ligi-ligi siliwi, falὂ tofesu mbagi hese-hese nazese, falὂ tofesu gahe. Artinya :  berhati-hati dalam bertindak.

56.  hulὂ muhede mburu’u kὂkὂ habambὂrὂta muhὂngὂ-hὂngὂ ba zafuria taya manὂ. Artinya :rencana yang mendapat publikasi luas, tetapi tak berkelanjutan atau tidak terealisasi.

57.  Nahasara li, hasambua zὂnda ta’olikhe gawὂni ta’olai guli nasi. Artinya :kalau ada persatuan pekerjaan yang berat sekalipaun bisa ditangani.

58.  hulὂ zonowi bana’ai  nasὂkhi atὂ mbua, nasὂkhi atὂ lai ta’asese’ὂ batafandrai. Artinya : kalau pertalain ( hubungan lewat perkawinan antara dua keluarga) sebelumnya baik, maka diharapkan pertalian berikutnya.

59.  Samὂsa zi manga na’a samὂsa zigὂna gitὂ. Artinya : seorang yang berbuat, orang lain yang menanggung akibatnya.

60.  Sara mbu, sambua limi, ifadukhai zoya sibai. Arinya :seseorang dan perbuatannya bisa menjadi perusak persatuan atau hubungan kekeluargaan.

61.  hulὂ malu dahὂnagὂ, sambau ihalὂ iseta’ὂ hulὂ malu dafὂfὂgὂ,sambuqa ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya :  pandai menghemat (menabung hasil kerjanya).

62.  Ya’e tou mbua ma’ae, tadὂlὂ gaheda waneu. Artinya : bersikap dan bertindaklah realistis, jangan  berkhayal.

63.  Abu’a gὂmὂ balὂ abu’a li. Artinya : kata-kata sindiran ( yang menyakitkan hati) sering terlalu sulit dilupakan.

64.  Sonekhe maὂrὂ tundraha sonekhe manὂrὂ asi, adὂlὂ’ὂ gamuri olembai zangorifi bὂi tebulὂ zinali falὂitandaὂlὂ angi. Artinya : kita mengharapkan pertolongan orang lain yang tak kunjung datang pada hal saudara sendiri yang siap menolong kita, kita anggap jauh.

65.  Talafo alawa waoro ba’alau nasu mbanua, talafo adogo-dogo gὂi ba’alau zigelo danὂ. Artinya : jangan terlalu sombong dan juga jangan terlalu merendahkan (bersikap tidak peduli), bersikaplah biasa-biasa saja.

66.  Bὂi  badu nidanὂ bawehasu-hasu. Artinya : jangan mengambil keputusan pada saat emosi.

67.  Bὂi olifu ita mbaru satua me inὂtὂ wa`a tosasada. Artinya : selalu bersyukur dalam hidup dan jangan lupa waktu susah.

68.  Bὂi fake gelemu go`o,hὂtὂi alawa ba hὂtὂi musindro lὂ`ὂsi, fake gelemu wakhe hὂtὂi alawa ba hὂtὂi aὂndrὂ bὂrὂ memo`ὂsi. Artinya : kalau kiata sudah meraih gelar setinggi apa pun tetaplah rendah hati dan santun.

69.  Hulὂ latawi mboroe, ebua hὂgὂ moroi ba gi`o. Artinya : lebih baik menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dari pada menunggu pihak yang berwajib untuk bertindak / menyelesaikannya.

70.  Hulὂ zogohi boroe, fatambu nigohi ba fatambu zogohi. Artinya : baik yang menang maupun yang kalah sama-sama menanggung resiko / akibat.

71.  Hulὂ mbaewa badete gahe, u`ewa gὂi ba ahegu tou, balὂ gὂi u`ewa ba ahulua. Artinya : keragu-raguan dalam mengambil keputusan dalam sesuatu hal, karena telah diselimuti oleh berbagai pertimbanngan.

72.  Hulὂ zigi sitoba`a lela. Artinya : seseorang yang tidak berani mengukapkan sesuatu.

73.  Wura-wura silὂ motutu bu`u, mangawuli khὂgu hanu-hanugu. Artinya : semua apa yang telah diucapkan / diperbuat oleh seseorang akan dirasakan sendiri akibatnya.

74.  Alὂlὂ nafo na mo munganga, ahori gὂ na mo mu`a, awai zino mondrὂi zi lὂ taya ha taromali sisambua. Artinya : berbuat baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.

75.  Hulὂ la tunu go`o ba dumὂri samὂsa zamabὂli, felendrua zanὂri-nὂri. Artinya : apa bila ada sesuatu pertikaian / pertengkaran / masalah diantara dau pihak, maka dari keseluruhan jumlah pihak ketiga yang datang, hanya satu yang hendak memberikan solusi namun ratusan orang berkehendak unruk memanas-manaskan / mengorbankan api permasalahan.

76.  Mu`ogὂri mbalugu bὂi sὂbi, foriti-riti manὂ. Artinya : menakut-nakutkan seseorang dengan maksud tak sungguhan.

77.  Sὂkhi wame`e sὂkhi wanou`ὂ, awai zimὂrὂ zimate. Artinya : keputusan yang baik dan benar akan selalu diakui dan diindahkan.

78.  Solalau niasa, solalau tufo, ha elungu bambὂrὂta ba elungu bahogu. Artinya : pikirkan lebih dulu apa yang hendak kamu lakukan sebelum melakukan sesuatu hal, supaya kamu tidak meraba-raba lahi apa yang anda perbuat kemudian.

79.  Hulὂ geu safatὂ hogu. Artinya : seseorang yang tak punya semangat atau harapan dalam hidupnya.

80.  Akha mate mbaewa, si radi nawὂ. Artinya : meskipun semuanya habis untuk sesuatu hal, namun apabial hasilnya setimpal dengan hal itu, maka itupun tidak akan dikatakan “merugikan”.

81.  Bὂi auko dὂdὂ dalimbo, babὂi obu`u dὂdὂ landrὂta. Artinya : hargailah perasaanya, sudah tahu dia sedang susah (sedih), tak usah lagi menambah beban pemikirannya.

82.  Simanaga howu hao, inganga-nganga bawa bairongo talinga. Artinya : sesungguhnya orang tidak tahu, namun masih mau lagi menanyakan hal itu.

83.  Nifo`awi-awi lahagu, no i`orudugὂ hogu fabaya mbὂrὂ ba ifabaya-baya`ὂ khὂgu dalu. Artinya : orang yang munafik (penipu), selalu berkata manis, sok sopan dan berlagak jujur namun semuanya itu omomng kosong.

84.  Idanὂ banasoa ba idanὂ ba sere. Hana na olotu ba naso gere ba ohahau. Artinya : msekipun suasana tidak menyenangkan tetapi bila orang yang ditakuti / disegani datang, semuanya akan tenang dan kembali seperti semula.

85.  Sodoho, dozi bu`u hili so nono laosi. Artinya : bila ada uang, maka keinginan dapat tercapai dengan mudah.

86.  Bὂi fagokhὂ nalὂ bago. Artinya : tak perlu banyaak omongan / pembicaraan bila tak pernah ada bukti nyatanya.

87.  Famuwusi dὂgi lὂsu. Artinya : bekerja keras / banting tulang.

88.  Bὂi fabu`u aya ndraono lawere, fawere-were dania. Artinya: tak usah berjanji kalau tak mampu ditepati, karena janji adalah hutang.

89.  Gofu hezoso mὂi lὂsu b`igo`ὂ-go`ὂ ia uliho. Artinya : sifat dan perilaku itu akan selalu dibawa-bawa kemanapun perginya.

90.  Abὂlὂ duhe moroi banangi. Artinya: orang pendiam lebih pandai dari orang yang banyak bicara.

91.  Alau ndraono sidarua molaya. Artinya : akan jatuh anak yang dua menimang.

92.  Abὂlὂ mamera`ὂ dima ba kalua zafeto. Artinya : kalau kita terlalu menekan seseorang, dia bisa membalas dengan kasar.

93.  Alabu ndraono si darua molaya, owὂra wakhe si darua mondrino. Artinya : pekerjaan yang dikomandoi banyak orang bisa berantakan.

94.  Bὂi aekhugὂ luo bawὂnu. Artinya : amarah jangan di pendam.

95.  Bὂi gesi-gesi mbowo lawa, wa arὂu siyawa – yae tou mbua ma`ae, tadὂlὂ gaheda waneu. Artinya :bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.

96.  Bὂi tuko wulawa tanὂmὂ golowingὂu. Artinya : jangan mencari atau menciptakan masalahmu sendiri.

97.  Hulὂ dalaho barὂ zole. Artinya : bak katak dalam tempurung ( berpikir sempit).

98.  Hulὂ fambambatὂ galitὂ, hulὂ famatua mbalὂ ndrὂgὂ - sambua mbongi fambabὂ, samuza luo arὂu manὂ. Artinya: mengkiaskan hubungan tak serasi antara dua pihak yang ditandai dengan semakin saling menjauh.

99.  Hulὂ fatuko bawa zangasio. Artinya : mengkiaskan dua pihak yang saling menyalahkan, pada hal kedua-duanya punya andil dalam suatu persoalan.

100 Hulὂ motomo lagigia, hulὂ motomo la`oro, lὂ arara balὂ aroro. Artinya : dikiskan pada usaha atau organisasi yang tidak bertahan lama.

Aku Mengembang Diriku




                                                AKU MENGEMBANGKAN DIRIKU
     
1. Berbahagia dan bergembira
                    Kebahagiaan adalah suatu keadaan hati yang timbul karena kita telah mencapai atau  mengalami sesuatu.Orang yang bahagia tampak gembira dan ceria dalam hidupnya.Dia telah melatih diri untuk meraih dengan sadar hidup yang berarti dan ring gembira.Ia sadar bahwa hidup yang ceria membuat batinnya mekar dan tenaganya diperbaharui .dan ia sadar bahwa hasrat utama jiwa dan kehendak ialah kegembiraan yang mampu diperoleh selama hidupnya.[1]
            2.Mengaktualisasikan diri
Aktualisasi diri adalah suatu proses untuk mewujudkan kepribadian, kemampuan,serta potensi unik seseorang agar terus bertumbh dan berkembang.Aktualisasi diri dimulai dengan menerima diri serta mendambakan untuk menjadi lebih bijaksana.Menurut Nabi Sulaiman, orang ayng bijaksana mengasihi jiwanya sendiri dan senang memahami dirinya.Jadi kita mulai menyadari bahwa ada suatu “aku”dalam diri kita yang sedang menanti – nantisupaya direalisasikan. [2]
3.Memahami diri
            Diri kita adalah samudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi.Memahami diri sendiri dimulai dengan memperhatikan pribadi Anda:apa yang disenangi, tidak disenangi,ciri khas pribadi Anda,kemampuan dan minat Anda.Orang yang berhasil mewujudkan dirinya, mengerti bahwa yang menghibur dan membahagiakannya adalah hubungan dengan dirinya yang unik dan dan tidak tergantung pada kepuasan melulu.[3]
4.Mengerti cara diri berfungsi
          Manusia bersikap,bertindak dan berperan secara sadar maupun secara tidak sadar. Tindakan sadar biasanya dilakukan dengan menyadari dan mengendalikan apa yang sedang dilakukan.Sebagian besar hidup kita berlangsung dalam alam komunikasi diri sendiri. Kita berpikir, merasa dan berbincang  - bincang dengan diri kita sendiri.Kesadaran kita tumbuh dan berkembang bersama pengetahuan dan pengalaman dalam menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan alam.Sementara kita belajar untuk mengukapkan diri dengan semakin jelas,kita semakin menyadari apa fungsi kita sebagai manusia dan siapa diri kita.[4]
5.Daya hidup
      Manusia merupakan bagian dari alam semesta, yang tunduk pada hukum penciptaan,pertumbuhan dan perubahan.Sumber daya fisik dan psikologi seseorang datang dari alam melalui sinar dan panas matahari,unsur – unsur kimia dan makanan, dan medan gaya disekeliling kita.Ada energiyang masih terpendam dalam diri kita,yaitu tenaga gerak yang siap digunakan.Tenaga hidup lain adalah dorongan seksual atau dorongan untuk makan, tetapi juga perasaan dan proese dinamis dari tingkah laku manusia.Selin itu manusia memiliki energi spskis yang tampak dalam kegiatan seperti berpikir menilai sesuatu.
             Filsuf Tionghoa mengakui betapa penting dua kekuatan dasar dalam diri manusia, yaitu YANG (unsur positif ) dan YUNG(  unsur negatif). Interaksi antara dua unsur dasar in,katanya menghasilkan semua gerakan dan perubahan.
               Wujud fisik tenaga yaitu melalui foto corona jari manusia yang memancarkan aneka warna.Dari warna tersebut dapat dilihat pelbagai suasana hati yang dialami oleh manusia.[5]
            6.Bertujuan
              Dalam hidup ini anda mempunyai tujuan ganda: pertama, hidup dan tumbuh, dan dengan demikian belajar, menemukan dan mengembangkan ‘Aku’ anda semampu anda. Makna tujuan ini adalah mengalami kegembiraan dan perkembangan pribadi.
               Tujuan kedua adalah memepelajari apa saja yang mungkin tentang dunia dan alam semesta ini, supaya anda dapat menyumbangkan sesuatu pada kebudayaan dan perkembangan umat manusia.
               Tujuan dan cita-cita manusia erat sekali kaitannya dengan nilai-nilai yang dianggap penting. Nilai-nilai yang umumnya dianggap penting adalah harta, kekuasaan, pelayanan terhadap sesama, cinta dan keindahan seperti yang diungkapkan dalam seni.
              Seumur hidup, takkan pernah anda berhentimencari nilai-nilai dan tujuan pribadi anda sendiri. Tujuan, sasaran, cita-cita dan nilai anda itu beraneka rupa dan berubah-ubah sesuai dengan perkembangan, waktu, keadaan dan pengalaman. Apa yang anda hargai dan anda cita-citakan pada masa muda, sering berbeda dengan apa yang akan anda hargai dan cita-citakan di kemudian hari. Orang yang berpegang pada nilai-nilai dan tujuan, senantiasa mengharapkan yang terbaik, lalu menghayati hidup mereka sungguh-sungguh serta merasa bertanggungjawab supaya berhasil mewujudkan.[6]
7.Mencintai dan mengukuh-kan kemauan
            Mencintai tidakalah mudah, dan juga tidak selalu membawa kegembiraan dan kebahagiaan. Kepedihan hati serta kekecewaan akibat cinta harus kita akui adanya. Termasuk pula di dalamnya penolakan cinta atau cinta tak berbalas, rasa cemburu serta pilih kasih. Rasa benci, dendam, dengki serta masih banyak kejahatan lain, merupakan kebalikan cinta yang nyta. Semua pengalaman ini merupakan risiko yang harus kita ambil, apabila kita membuka diri secara mendalam kepada sesama.
               Ada banyak cara untuk menyampaikan tenaga hidup anda kepadasesama lewat cinta: Cinta serta semangat menolong dari seorang ibu terhadap anak-anaknya; cinta dan ketergantungan anak-anak pada ibu mereka; cinta seksual yang menjadi ungkapan kasih sayang orang dewasa. Semua bentuk cinta ini merupakan ungkapan yang unik dari tenaga hidup yang disariah ini. Bentuk-bentuk lain, meliputi kasih sayang dan ikatan batin dengan teman-teman kita yang memeperbesar kegembiraan dan mengurangi penderitaan kita serta cinta kebapaan berupa keprihatinan terhadap keluarga dan pemeliharaan. Kekuatan hidup anda meluas dari kasih sayang terhadap diri sendiri menuju sesama, alam, dan akhirnya kepada Tuhan alam semesta. Yang penting, anda membuka diri terhadap sesama dan terus belajar mencintai sepenuh mungkin.
           Hidup tanpa cintakasih, sesungguhnya adalah maut yang hidup. Cintalah yang membuat hidup kita bagikan surga. Sedangkan hidup tidak mencinta tanpa perhatian, kasihsayang ataupengabdian menciptakan mereka, yang diwarnai rasa putusasa dan tanpa tujuan. Tanpa cinta kita bukan apa-apa makhluk tanpa hubungan, hamapa, kesepian, merana.
                 Cinta biasanya ditunjukkan melalui berbagai rupa perhatian, pengakuan, hubungan fisik serta keterlibatan dalam jangka waktu lama. Cinta pada diri sendiri juga diungkapkan dengan memperhatikan dan memelihara diri sendiri, misalnya:
·         Menata rambut
·         Membuat marasakan istimewa buat diri sendiri
·         Membeli pakaian yang menarik
·         Menyurati atau mengunjungi sahabat karib di daerah lain
·         Memakai cincin permata
·         Berkata: “Saya benar-benar merasa puas  dengan tugas yang baru saja saya selesaikan.”
·         Berenang di malam yang berbintang
·         Memijatkan otot-otot leher
·         Makan manisan kesukaan
·         Beristirahat dan santai-santai
·         Menikmati hobi kesayangan [7]
8.Mengetahui, mewujudkan dan mengembangkan kehendak
                       
                Kehendak adalah kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu. Kehendak merupakan suatu kekuatan dalam diri anda yang mendorong anda melaksanakan sesuatu yang anda rasa penting.
                 Para ahli ilmu jiwa menunjukkan bahwa kehendak dikembangkan dan diperteguh melalui latihan-latihan yang menekankan pemilihan dan pemantapan diri. Latihan-latihan fisik dan mental yang sesuai, kalaudilaksanakan secara teratur, membuat kita mampu untuk semakin efektif mewujudkan dan menggunakan kehendak kita. Mereka yang telah mengembangkan kahendaknya, dikatakan ‘mampu mengambil keputusan sendiri’, ‘berkemauan keras’, atau’ menguasai diri’.
                   Pengendalian daya (energi) hidup secara sadar, dimulai dengan mengatur pikiran-pikiran dan mengadakan pilihan pribadi, yang menghasilkan kemauan dan pernyataan-pernyataan yang jelas tentang apa yang anda anggap tepat.[8]
            9.Merencanakan
    Manusia masa kini dapat mendayagunakan pengetahuan dan teknologi untuk merancang  dan membentuk masa depannya. Kita merancang dan membentuk masa depannya. Kita merancang mesin-mesin canggih yang meningkatkan kemampuan kita untuk membangun dan berkomunikasi. Kita merencanakan dan membangun rumah, sekolah, pabrik, taman, kota dan banyak lembaga lain supaya hidup kita lebih sejahtera. Kita selalu berusaha merencanakanpola-pola hidup yang baru dan lebin baik bagi kita.
     Begitu rencana-rencana kita untuk meningkatkan kehidupan materiil terwujud, kitra mulai mengenadah dantidak lagi merasa puas dengan sekadar kekuatan dan harta yang kita miliki. Akal budi manusia selalu mencari dan hatinya selalu rindu, dan ini terungkap dalam cita-cita. Tercapai atau tidak, itu tidak begitu penting. Namun, cita-cita ini dapat menjadi nyta, jika diungkapakan secara sistematis dalam bentuk sasaran yang dapat dicapai melalui perencanaan yang cemat.
   Setia rencana tidak pernah terlaksana secara sempurna. Hampir tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dan, mungkin ada langkah yang meleset. Kalau resep yang telah anda ramu untuk membuat kue tidak berhasil seperti yang anda harapkan, lain kali anda pasti mengganti bahan dan cara pembuatannya. Maka bersiap-siaplah untuk mengalami kekecewaan dan kegagalan, untuk meninjau kembali rencana semula dan mengatur kembali langkah-langkah utama, atau bahkan untuk mengugah perencanaan anda. Dengan berulangkali menyelidiki apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagi perkembangan bagi anda, anda akan dapat meyusun kembali rencana dan tujuan hidup anda dengan sikap yang lebih bijaksana.[9]
            10.Bekerja
   Apabila tujuan hidup anda sudah anda tentukan sendiri dalam bentuk sasaran-sasaran dan tujuan pribadi yang realistis, maka anda telah memiliki motivasi. Dengan menggiatkan kehendak, anda dapat merencanakan dan menentukan cara terbaik untuk mewujudkan tujuan anda. Sehingga, apa yang anda kehendaki dan rencanakan, menjadi nyta dalam perbuatan atau pekerjaan yang anda lakukan. Bekerja memerlukan tenaga dan usaha lama untuk melaksanakan hal-hal yang anda kehendaki.
 Hidup ini menuntut berbagai macam pekerjaan dan usaha. Banyak waktu yang anda gunakan untuk urusan sehari-hari; misalnya, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan segala macam usaha untuk menjalin hidup ini. Kadang-kadang kita juga terlibat dalam tugas dan pekerjaan yang tidak memuaskan dan tidak berarti bagi perkembangan pribadi kita. Tetapi, tugas-tugas ini pun mendukung aktualisasi diri kita. Sebab, setiap orang yang bekerja dan mencari rezeki, memperlihatkan perhatian, usaha dan tanggungjawab pada diri sendiri. Pekerjaan membawa kesejahteraan dalam bentuk yang berbeda-beda.[10]
            11.Memajukan dan mengelola diri sendiri
 Hampir kita semua berharap dapat memperbaiki diri dengan berusaha terus untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi sebagaimana telah kita rencanakan. Kita berikhtiar menjadi ‘orang yang lebih baik’, dapat membina diri menjadi ‘manusia sejati’. Untuk mencapai hal itu, berbagai macam cara telah kita lakukan. Melaluimawas diri, merenung, belajar, bekerja, berusaha dan berdoa,maksud dan tekad kita untuk maju semakin berkembang. Namun, bertekad baik dan bekerja semata-mata, tidak akan membantu kita mengatasi kebisaan-kebiasaan buruk atau mencapai tujuan dengan jalan yang paling tepat. Yang diperlukan adalah: usaha secara sadar dan sistematis untuk mengatur tingkalaku kita dan mengelola diri kita secara sadar dan sistematis untuk mengatur tingkahlaku kita dan mengelola diri kita secara tepat;pendeknya :pengelolaan diri.Hidup tertib dimulai dengan betul – betul memahami kebutuhan, masalah,tujuan serta rencana untuk maju dan mengatur diri.
Beberapa hal yang dapat membantu kita dalam tujuan hidup adalah sebagai berikut:
1.      Mengubah suasana
2.      Menetapkan suatu kebiasaan positif
3.      Menciptakan tingkahlaku yang berlawanan
4.      Menghukum diri sendiri
5.      Menjebol kebiasaan buruk
6.      Mengatasi rasa takut[11]

12.Mengurangi rasa tegang
          Untuk mempertahankan keseimbangan dalam hidup,anda harus melepaskan ketegangan yang telah tertimbun.Sementara berjuang kerasuntuk menertibkan dan menguasai diri,anda memusatkan perhatian dan tenaga pada tujuan dan harapan anda.Untuk mengurangi ketegangan,latihan fisik seperti berjalan – jalan,senam,naik sepeda,menarik nafas dalam – dalam dan gerak badan sangat bermanfaat,asal dilakukan secara teratur.Secara analisis logis,pertimbangan dan penalaran membantu untuk menemukan mana sebab dan mana akibat masalah anda,maka anda dapat mengurangi banyak ketegangan dan kecemasan.[12]

13.Menyadari arti orang lain bagi kita
      Dengan menjalin hubungan dengan orang lain,sehingga mereka ditolong memperolehkebutuhan mereka, anda sebenarnya memenuhi kebutuhan jasmani rohani anda sendiri.Orang yang berarti bagi kita ialah sahabat, kekasih, anggota keluarga,atau siap saja yang mau memahami dan menerima kita apa adanya ,sekarang dan esok.Kita berbagi rasa dan pikiran yang terdalam dengan mereka ;mereka memberi semangat dan dorongan kepada kita melalui kontak lahir batin dan meallui kepercayaan bahwa kita orang yang berharga.Ketika anda menjadi orang yang berarti bagi orang lain,anda membantu mereka pula untuk dapat lebih mencintai dan sekaligus anda membantu diri sendiri menjadi lebih manusiawi.Untuk itu diperlukan kesadaran,keterbukaan dan kepekaan.Itu berarti kita berbagi :memberi dam menerima,dan kadang – kadang juga mengorbankan kepentingan diri.[13]

14.Memperbaharui diri
                Untuk memperbaharui diri,pertama diperlukan istiraharat, tidur, dan hiburan secara teratur.Dengan menghentikan segenap pekerjaan rutin untuk beberapa saat,kita menyegarkan diri supaya dapat bekerja lagi dengan semangat baru. Tidursecara teratur dan cukup,mengembalikan tenaga dan menghilangkan kelelahan.Merangsang tubuh dengan lembut,misalnya dengan berjemur di panas matahari atau dipijat,dapat membangkitkan kembali tenaga kita.[14]

15.Percaya akan diri sendiri dan bersyukur
           Menghargai dan mempercayai diri sendiri, itu perlu sekali.Kepercayaan yang dihasilkan oleh keyakinan, bahwa anda mampu untuk menjadi diri sendiri dimana keyakinan bahwa dapat menentukan diri, mendorong,untuk bertanggungjawab terhadap perkembangan hidup.
                  Hidup adalah suatu proses meneguhkan diri,memperbaharui diri dan mencari nilai –nilai baru secaara terus menerus.Albert E.(1879-1955) mengngatkan kita,bahwa meskipun ilmu –ilmu mengjarkan fakta –fakta namun tujuan tertinggi kehidupan dirumuskan dari cita –cita dan dambaan manusia sendiri.[15]


[1] Robert E.Vallent,Aku Mengembangkan Diriku,Jakarta :Yayasan Cipta Loka Caraka,Cet.1,hlm10-13.
[2] Ibid; hlm.15-16.
[3] Ibid; hlm.18-23.
[4] Ibid; hlm.28-29.
[5] Ibid; hlm.35-40.
[6] Ibid; hlm. 44-49.
[7] Ibid; hlm. 53-58.
[8] Ibid; hlm. 62-66.
[9] Ibid; hlm. 67-71.
[10] Ibid; hlm. 74-75.
[11] Ibid; hlm. 80-98.
[12] Ibid; hlm.101-106.
[13] Ibid; hlm. 108-109.
[14] Ibid; hlm. 115-116.
[15] Ibid; hlm. 127-129.