1. Abila horokina manu, adὂlὂ zuga zilatao.
Tefuyu mbagi hendrifὂ bamuyu – muyu gego. Artinya : orang yang perkataanya
tidak menentu dan suka memutar balikkan kebenaran.
2. Abὂlὂ zakela-kela alio zanio tugala,
alio ndra lakha mbanua ahou nasa ziso donga. Artinya : bila ada tujuan
positif maka semua rintangan dapat/
bisa diatasi.
3. Afatὂ dὂla ziwalu afatὂ dὂla zese, uwai
nitou`ὂ memube`e bawoha-woha gafore.ὂ. Artinya : cara pengambilan keputusan
yang sangat tepat.
4. Adulo do`ia adulo gὂ`ὂ tutu ia bawolomὂ
tegilo-gilo manὂ. Artinya : oorang yang tidak tetap pendirian karena
perkataannya tidak dapat dipegang.
5. Afeto harita afoe dawὂ mbawi, hadia
sibai mbὂrὂ zami hari nakhe taromali. Artinya : perkataan yang enaak di dengar
lebih berharga dari pada pemberian.
6. Agega ndraono sidarua molaya, owὂra
wakhe sidarua mondrino. Artinya : sesuatu yang dipimpin oleh dua orang /
sesuatu yang di kerjakan oleh dua orang pasti akan rusak.
7. Akha lὂsumange akha lὂbὂwὂ, nasokhi li
no`alὂsὂ fehede hulὂ nidanὂ. Artinya :
perkataan yang untuk di dengar lebih berharga dari pada pemnberian.
8. Alai ndrao gafὂkha alai ndrao mbekhu,
ibe bakha langu bahulὂ gadulo manu. Artinya : keluhan seseorang yang tertipu
karena kelicikkan orang lain.
9. Alὂlὂ nafo nano munganga afeto mbago
nano mufera, awai halὂwὂ nano mubabaya. Artinya : kesungguhan seseorang atau
beberapa orang mengerjakan sesuatu karena mereka sungguh – sungguh bekerja maka
pekerjaan itu siap.
10.
Amaedola gadulo manu haba hele-hele
orudu fabali sa`ae na`ono manu, soni`a garawi bandru`u, sonikhoi moyo bahogu
geu, baso ni langὂ zanutu. Artinya : orang bersaudara bahwa hanya waktu kecil
berkumpul disamping orangtua kalau sudah dewasa berpisah untuk mencari nafkah
dan kehidupannya pasti berbeda – beda.
11.
Amuata nifaigi bua – bua nitὂngὂni.
Artinya : seseorang yang pandai bicara atau pandai berjanji bahwa yang akn di
perhatikan bukan perkataannya melainkan perbuatannya.
12.
Sitὂlu silu labὂnὂkhi yawa ambὂ tou mualὂsi
bagahe balὂtedou, halὂwὂ lὂtedou-dou. Artinya: dikatakan kepada seseorang yang
mengerjakan sesuatu pekerjaan bila biayanya kurang maka serba salah bila
melanjutkan pekerjaan itu dan pekerjaan tidak selesai.
13.
Andrὂ tabὂrὂ danὂ andrὂ tatarai ngὂfi
afu molala lagasi, afu mulua mbewa hὂni. Artinya: dikatakan kepada tindakan
yang bijaksana itu dilakukan secara tidak langsung namun hasilnya
menguntungkan.
14.
Andrὂ tolega-lega ba’andrὂ maoso-maoso
melὂ mukhao nahagio, khὂ gowe idanὂ gawo. Artinya: dikatakan kepada seesuatu
yang tidak stabil karna belum diketahui penyebabnya dan penyebabnya itu belum
diatasi.
15.
Andrὂ molali mbὂrὂ nohi khὂ balugu
oroisa langi.Bὂrὂ dὂdὂ sangandra-ngandrauli. Artinya: dikatakan kepada orang
yang selalu berpikir tidak stabil akibatnya bila dia mengerjakan sesuatu maka
tidak berhasil.
16.
Andrὂ alua gowasa andrὂ alua dome meno
ha sara dὂdὂra ndramatua-ndra’alawe. Artinya: dikatakan kepada keberhasilan
kesepakatan.Bahwa sesuatu rencana tercapai bila salah ada kesepakatan semua
pihak.
17.
Andrὂ ὂli mbua andrὂ atua mbene mesi
mbelu matua sanaro-naro. Artinya: dikatakan kepada sesuatu tempat,
rumah/kampung yang terhindar dari gangguan dari luar oleh karna ada pemuda yang
menjaganya.
18.
Andrὂ so’goto-oto mbagolὂ,andrὂ
so’gotalua mbawa ndruhὂ fabὂi faedo ira memὂrὂ dome zowatὂ. Artinya: dikatakan
kepada batas hubungan dalam keluarga walaupun hubungan antara keluarga begitu
erat namun ada batas-batas yang tidak dapat di langgar.
19.
Arὂrὂ gi arὂrὂ go dὂwu adulo, wamadὂni
silὂ boto. Artinya demikianlah orang yang asing saja bertengkar memeperebutkan
sesuatu yang tidak bermanfaat yang mereka perebutkan barang ampas tebu yang
sudah habis manisnya.
20.
Aoha mbulu zihasamὂsa abua mbulu
nihasato andrὂ adudu zolawa andrὂ adudu zolewa bὂrὂ hugὂ-hugὂ zato mehatὂ sara
hago. Artinya: demikianlah pekerjaan yang dikerjakan oarang banyak bila mereka
sehati lebih banyak hasilnya dari pada yang dikerjakan oleh satu orang.
21.
Aramba gia gὂmi siwa hagu toli hasambua
lahagu labὂzi walu hagu oi zara moli. Artinya: demikianlah keadaan orang yang
kokoh persatuannya satu oarang saja punya urusan semua orang yang lain turut
merasakannya.
22.
Asese sogὂi badaὂ tenga atete tenga tὂdὂ
tenga lὂnga tenga ulὂ lὂtaila heza manὂ. Artinya: demikianlah orang yang
pemakaian penghasilannya tidak teratur dia tidak dapat mengenal perbelanjaannya
karna dia tidak mengatur dengan baik.
23.
Awai khὂnia awai sa’ae nomanaere noahole
tetuyu tobali akaole.Mogo’o gowi ndramatua molau mbanio ndraalawe iraono zolohe
afore sibuayo zolohe tekhe nalὂ sosili sonekhe nalὂ satua sangehekhe aekhu
bambaho nomὂi mbὂrὂ wa’amate. Artinya: dikatakan kepada keluarga yang gagal
membimbing anak-anaknya akibatnya
anak-anak itu bodoh dan dungu, mereka menjadi korban orang yang lebih pintar
dari mereka dikatakan yang kepada mereka yang salah didik sehingga mereka
bekerja bukan pada tempatnya apabila yang mereka kerjakan tidak berhasil.
24.
Banomo zae-zae duho goma habadete mulete
yawa badὂdὂu obu’u bakha. Artinya: di katakan kepada orang yang dilurnya saja
baik tetapi didalam jatinya jahat.
25.
Baewa sise-ise baewa sesolo andrὂ sibai
lὂahono isumba mati’o ikhai-khai baya komo. Artinya: dikatakan kepada sesuatu
kegiatan yang tidak tenang atau tidak lancar karna ada gangguan disekitarnya.
26.
Bawa moroi yὂu bawa moroi raya mowazuzu
mowaondra, bafaoma nofazuzu haga. Artinya : orang yang sama keras, mereka sulit
untuk sepakat.
27.
Bahele kakaigu kaka nomanunὂ wofo gatua
gὂri-gὂri sὂkhido sahulὂ wongi farikho natanὂ owi. Artinya : sesuatu kegiatan
bila pada awlnya sangat baik tetapi pada akhirnya sangat jelek.
28.
Bawa badakera bawa bagambὂlὂ halὂ ayau
natola ὂhalὂ, saukhu moroi bagalitὂ. Artinya seseorang agr dia pandai memilih
nasehat – nasehat yang baik.
29.
Bewemὂ afasi bewemὂ kiliὂmὂ, bὂi singa
waakhὂtὂ be`e banafou hatὂ fa`a`ozu bewemὂ. Artinya : mengerjakan sesuatu
hendaklah pelan – pelan janagn dipaksakan carilah waktu yang tepat.
30.
Bὂi ὂbali fὂnu babὂi bali segὂ, ba wama
bὂbὂ lὂfὂ nono ndrundru tanὂ.Babὂi bali segὂ babὂi bali fὂnu, ba wama bὂbὂ khὂu
sὂfu - sὂfu mbawa laowὂmaru. Artinya : seseorang agar dia jangan menganggap
buruk nasehat itu menyakiti hati, namun tujuannya ialah orang yang di nasehati lebih berusaha dalam hidup ini.
31.
Bὂi folobὂ akhu wosonu babὂi folau hὂlua
wamefotu telu dὂdὂ ndraono sawuyu, me`e dὂdὂ ndraono samalὂgὂ. Artinya : bila memberi nasehat jangan begitu
keras dan jangan memberi nasehat karena akibatnya kurang bermanfaat ataupun
berakibat buruk.
32.
Babὂi hulὂ manu dahὂnagu sambua ihalὂ
isetaigὂ, akha hulὂ manu bafὂfὂ`ὂ sambua ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya : mengerkajan
sesuatu janganlah asal jadi dan berantakan tetapi hendaklah mengerjakannya
dengan teratur dan diselesaiakan satu persatu atau jangan ditumpuk saja dan
tidak ada satu pun yang tuntas selesai.
33.
Babὂi faὂi gambala babὂi fahὂi dufo fabὂi
oroma nὂsi wa`angao. Artinya : janganlah suka membuka rahasia kelemahan
seseorang, karena seseorang itu akan mendapat malu ataupun dia tersinggung.
34.
Bὂi farὂmba - rὂmba yὂu wὂnὂ, oidua ziwὂnὂ
olutusi nidanὂ fabὂi alua zowarὂ - warὂ. Artinya jangan membawa kerugian.
35.
Belu matua belu akhe, akha sa`ae so
dania, bano`atagedo wolombase. Artinya : ungkapan sebagai sebagai luapan
keluhan karena sudah capek menunggu permintaan baru dikabulkan.
36.
Hulὂ atoru mbua mboli, italu`i mbὂrὂ
lali. Artinya : orang yang telah berhasil, tidak mau kembali bekerja di kampung
halamannya.
37.
Hulὂ mbo`ole saekhubadὂgi. Artinya :
seseorang yang menjerumuskan orang alin supaya terjebak dalam kesusahan seperti
dia.
38.
Sigὂlu nkhu lela, boroe tὂlὂ - tὂlὂ, idὂlὂ
lela na so gὂ ikὂrὂbui na halὂwὂ. Artinya : seseorang yang hanya mau makan
tetapi malas untuk bekerja.
39.
Alawa luo afeto duo ` aleu dawuo, aisὂ nidanὂ mbanio. Artinya : jangan menunda
– nunda penyelesaian suatu pekerjaan.Semakin ditunda semakin tidak selesai.
40.
Hulὂ gari sanusu ene. Artinya : ibarat
membalas dendam atau sakit hati degan cara tersembunyi.
41.
Hulὂ hefuyu`a, sὂfὂ - sὂfὂ sate falemba
fakitὂ bagahe mbaru zanὂrὂ. Artinya : diibaratkan pada sebuah peristiwa
kejahatan yang akan menyusahkan oranng banyak.Atau sesutu tindakan yang tadak
terpuji pada akhirnya akan melibatkan banayak orang.
42.
Kauko bahili lewuὂ bandaso, faolo gὂi
ndra`ugὂ baufaolo gὂi ndra`o, fa`a`ozu fao – fao. Artinya : harus saling
menghormati antara sesama. Saling menghargai sehingga dapat hidup rukun dalam
kebersamaan. Ibaratkan dua jenis bambu, yang satu tumbuh di bukit dan yang satu
tumbuh di daratan. Akan teatapi mereka saling menghormati dan menghargai.
43.
Gumi – gumi ladari tofali sagὂrὂ tὂwa.
Artinya : sesuatu yang kecil atu sedikit jika dikumpul – kumpuldengan ditekan,
maka semakin lama semakin banyak.
44.
Hafatua maniri wamὂzi laosi. Artinya :
jangan lalai menggunakan waktu, apa yang bisa dikerjakan sekarang, kerjakanlah
sekarang selagi masih segar dalam ingatan. Jangan ditunda, karena selain akan
lupa dan terbuai, kesempatan atau peluang itu tidak akan datang kembali.
45.
Gofu heza mὂi lὂsu ba`igo`ὂ - go`ὂ ia
uliho. Artinya : diibaratkan kepada
seseorang dengan keadaan atau sifat – sifatnya tetap melekat dan mengikutinya
kemana ia pergi. Segala kebiasaan dan sifatnya tidak bisa dipisahkan pada
dirinya kemanapun ia berada.
46.
Ono manawa mbanua ono manawa danὂ, aewna
ifolai, ba`ifowa`a ba danὂ. Artinya : diibaratkan pada sebatang pohon manawa
mbanua dan manawa danὂ. Pohon itu baru tumbuh dan besar jika sudah memiliki
akar yang kuat di dalam tanah.Isi pesan dalam perumpamaan ini yaitu untuk
mencapai cita- cita, pangkat atua jabatan yang tinggi harus ada dasarnya. Artinya
jangan mimpi untuk menjadi sesuatu tanpa ada modal atau tanpadasarnya.
47.
Hulὂ manaro mati`o lawayὂ, ha sanὂrὂ
bawania da`ὂ ni dou nia. Artinya : orang yang hanya menanti saja tanpa
berusaha.
48.
Hulὂ nono manu nikhai moyo. Artinya :
untuk menggambarkan suatu keadaan duka dan perasaan kehilangan karena kematian
seseorang yang tiba – tiba.
49.
Hulὂ alau nago, no fao gahe. Artinya :
bagaikan seekor kijang yang terperangkap bersama kakinya. Perumpamaan ini
mengarah pada suatu pekerjaan yang tidak berhasil dan hanya merugikan saja.
50.
Hese – hese na zese falὂ tofesu gahe,
ligi – ligi siliwi falὂ tofesu mbagi. Artinya : waspadalah selalu dalam segala
hal, supaya tidak terperangkap dan mengalami bagaiakan burung Nazese dan Siliwi
ywng berjalan denagan penuh kehatian – hatain untuk menghindari jebakan yang
dapat menjerat kaki dan leher.
51.
Hulὂ duratura hili anau zabila moroi ba
zadὂlὂ. Artinya : perumpamaan dengan menggunakan tumbuhan Tura hili dipakai
untuk menggambarkan suatu situasi yang lebbih banyak buruknya dari pada
baiknya. Jika ditujukan kepada manusia, maka itu menggambarkan perilaku
seseorang yang lebih banyak dikuasai oleh sifat – sifat, perbuatan dan pikiran
jahatnya dari pada perbuatan baik.
52.
Nifanaba bulu wakhe nifarahugὂ. Artinya
: untuk menggambarkan suatu pekerjaan yang dilakuakan satu kali kerja
saja.Tidak lagi dilalui dengan proses dan tahapan terlalu panjang. Disatukan
saja sehingga penyelesaiannya singkat.
53.
Aboto woyo – woyo basilimo. Artinya :
perumpamaan untuk menggambarkan suatu balasan atas perbuatan. Misalnya
pemberian hadiah bagi anak – anak setelah mengerjakan sesuatu. Artinya :
berbuat itu pasti ada hasilnya.
54.
Ono zaku modoi ono zaku manana, fonaha
ua khὂmὂ ba fonaha gὂi khὂma, hana nano
faruka, fὂfὂ ba gamozua. Artinya : tiap kampung ada berbagai suku, harus tolong
menolong, sifat gotong royong dan masing – masing akan menentukan hasilnya.
55.
Ligi-ligi siliwi, falὂ tofesu mbagi
hese-hese nazese, falὂ tofesu gahe. Artinya :
berhati-hati dalam bertindak.
56.
hulὂ muhede mburu’u kὂkὂ habambὂrὂta muhὂngὂ-hὂngὂ
ba zafuria taya manὂ. Artinya :rencana yang mendapat publikasi luas, tetapi tak
berkelanjutan atau tidak terealisasi.
57.
Nahasara li, hasambua zὂnda ta’olikhe
gawὂni ta’olai guli nasi. Artinya :kalau ada persatuan pekerjaan yang berat
sekalipaun bisa ditangani.
58.
hulὂ zonowi bana’ai nasὂkhi atὂ mbua, nasὂkhi atὂ lai ta’asese’ὂ
batafandrai. Artinya : kalau pertalain ( hubungan lewat perkawinan antara dua
keluarga) sebelumnya baik, maka diharapkan pertalian berikutnya.
59.
Samὂsa zi manga na’a samὂsa zigὂna gitὂ.
Artinya : seorang yang berbuat, orang lain yang menanggung akibatnya.
60.
Sara mbu, sambua limi, ifadukhai zoya
sibai. Arinya :seseorang dan perbuatannya bisa menjadi perusak persatuan atau
hubungan kekeluargaan.
61.
hulὂ malu dahὂnagὂ, sambau ihalὂ iseta’ὂ
hulὂ malu dafὂfὂgὂ,sambuqa ihalὂ ifὂfὂgὂ. Artinya : pandai menghemat (menabung hasil kerjanya).
62.
Ya’e tou mbua ma’ae, tadὂlὂ gaheda
waneu. Artinya : bersikap dan bertindaklah realistis, jangan berkhayal.
63.
Abu’a gὂmὂ balὂ abu’a li. Artinya :
kata-kata sindiran ( yang menyakitkan hati) sering terlalu sulit dilupakan.
64.
Sonekhe maὂrὂ tundraha sonekhe manὂrὂ
asi, adὂlὂ’ὂ gamuri olembai zangorifi bὂi tebulὂ zinali falὂitandaὂlὂ angi.
Artinya : kita mengharapkan pertolongan orang lain yang tak kunjung datang pada
hal saudara sendiri yang siap menolong kita, kita anggap jauh.
65.
Talafo alawa waoro ba’alau nasu mbanua,
talafo adogo-dogo gὂi ba’alau zigelo danὂ. Artinya : jangan terlalu sombong dan
juga jangan terlalu merendahkan (bersikap tidak peduli), bersikaplah
biasa-biasa saja.
66.
Bὂi badu nidanὂ bawehasu-hasu. Artinya : jangan
mengambil keputusan pada saat emosi.
67.
Bὂi olifu ita mbaru satua me inὂtὂ wa`a
tosasada. Artinya : selalu bersyukur dalam hidup dan jangan lupa waktu susah.
68.
Bὂi fake gelemu go`o,hὂtὂi alawa ba hὂtὂi
musindro lὂ`ὂsi, fake gelemu wakhe hὂtὂi alawa ba hὂtὂi aὂndrὂ bὂrὂ memo`ὂsi.
Artinya : kalau kiata sudah meraih gelar setinggi apa pun tetaplah rendah hati
dan santun.
69.
Hulὂ latawi mboroe, ebua hὂgὂ moroi ba
gi`o. Artinya : lebih baik menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dari pada
menunggu pihak yang berwajib untuk bertindak / menyelesaikannya.
70.
Hulὂ zogohi boroe, fatambu nigohi ba
fatambu zogohi. Artinya : baik yang menang maupun yang kalah sama-sama
menanggung resiko / akibat.
71.
Hulὂ mbaewa badete gahe, u`ewa gὂi ba
ahegu tou, balὂ gὂi u`ewa ba ahulua. Artinya : keragu-raguan dalam mengambil
keputusan dalam sesuatu hal, karena telah diselimuti oleh berbagai
pertimbanngan.
72.
Hulὂ zigi sitoba`a lela. Artinya :
seseorang yang tidak berani mengukapkan sesuatu.
73.
Wura-wura silὂ motutu bu`u, mangawuli khὂgu
hanu-hanugu. Artinya : semua apa yang telah diucapkan / diperbuat oleh
seseorang akan dirasakan sendiri akibatnya.
74.
Alὂlὂ nafo na mo munganga, ahori gὂ na
mo mu`a, awai zino mondrὂi zi lὂ taya ha taromali sisambua. Artinya : berbuat
baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.
75.
Hulὂ la tunu go`o ba dumὂri samὂsa zamabὂli,
felendrua zanὂri-nὂri. Artinya : apa bila ada sesuatu pertikaian / pertengkaran
/ masalah diantara dau pihak, maka dari keseluruhan jumlah pihak ketiga yang
datang, hanya satu yang hendak memberikan solusi namun ratusan orang
berkehendak unruk memanas-manaskan / mengorbankan api permasalahan.
76.
Mu`ogὂri mbalugu bὂi sὂbi, foriti-riti
manὂ. Artinya : menakut-nakutkan seseorang dengan maksud tak sungguhan.
77.
Sὂkhi wame`e sὂkhi wanou`ὂ, awai zimὂrὂ
zimate. Artinya : keputusan yang baik dan benar akan selalu diakui dan
diindahkan.
78.
Solalau niasa, solalau tufo, ha elungu
bambὂrὂta ba elungu bahogu. Artinya : pikirkan lebih dulu apa yang hendak kamu
lakukan sebelum melakukan sesuatu hal, supaya kamu tidak meraba-raba lahi apa
yang anda perbuat kemudian.
79.
Hulὂ geu safatὂ hogu. Artinya :
seseorang yang tak punya semangat atau harapan dalam hidupnya.
80.
Akha mate mbaewa, si radi nawὂ. Artinya
: meskipun semuanya habis untuk sesuatu hal, namun apabial hasilnya setimpal
dengan hal itu, maka itupun tidak akan dikatakan “merugikan”.
81.
Bὂi auko dὂdὂ dalimbo, babὂi obu`u dὂdὂ
landrὂta. Artinya : hargailah perasaanya, sudah tahu dia sedang susah (sedih),
tak usah lagi menambah beban pemikirannya.
82.
Simanaga howu hao, inganga-nganga bawa
bairongo talinga. Artinya : sesungguhnya orang tidak tahu, namun masih mau lagi
menanyakan hal itu.
83.
Nifo`awi-awi lahagu, no i`orudugὂ hogu
fabaya mbὂrὂ ba ifabaya-baya`ὂ khὂgu dalu. Artinya : orang yang munafik
(penipu), selalu berkata manis, sok sopan dan berlagak jujur namun semuanya itu
omomng kosong.
84.
Idanὂ banasoa ba idanὂ ba sere. Hana na
olotu ba naso gere ba ohahau. Artinya : msekipun suasana tidak menyenangkan
tetapi bila orang yang ditakuti / disegani datang, semuanya akan tenang dan
kembali seperti semula.
85.
Sodoho, dozi bu`u hili so nono laosi.
Artinya : bila ada uang, maka keinginan dapat tercapai dengan mudah.
86.
Bὂi fagokhὂ nalὂ bago. Artinya : tak
perlu banyaak omongan / pembicaraan bila tak pernah ada bukti nyatanya.
87.
Famuwusi dὂgi lὂsu. Artinya : bekerja
keras / banting tulang.
88.
Bὂi fabu`u aya ndraono lawere,
fawere-were dania. Artinya: tak usah berjanji kalau tak mampu ditepati, karena
janji adalah hutang.
89.
Gofu hezoso mὂi lὂsu b`igo`ὂ-go`ὂ ia
uliho. Artinya : sifat dan perilaku itu akan selalu dibawa-bawa kemanapun
perginya.
90.
Abὂlὂ duhe moroi banangi. Artinya: orang
pendiam lebih pandai dari orang yang banyak bicara.
91.
Alau ndraono sidarua molaya. Artinya :
akan jatuh anak yang dua menimang.
92.
Abὂlὂ mamera`ὂ dima ba kalua zafeto.
Artinya : kalau kita terlalu menekan seseorang, dia bisa membalas dengan kasar.
93.
Alabu ndraono si darua molaya, owὂra
wakhe si darua mondrino. Artinya : pekerjaan yang dikomandoi banyak orang bisa
berantakan.
94.
Bὂi aekhugὂ luo bawὂnu. Artinya : amarah
jangan di pendam.
95.
Bὂi gesi-gesi mbowo lawa, wa arὂu siyawa
– yae tou mbua ma`ae, tadὂlὂ gaheda waneu. Artinya :bersikap dan bertindaklah
realistis, jangan berkhayal.
96.
Bὂi tuko wulawa tanὂmὂ golowingὂu.
Artinya : jangan mencari atau menciptakan masalahmu sendiri.
97.
Hulὂ dalaho barὂ zole. Artinya : bak
katak dalam tempurung ( berpikir sempit).
98.
Hulὂ fambambatὂ galitὂ, hulὂ famatua
mbalὂ ndrὂgὂ - sambua mbongi fambabὂ, samuza luo arὂu manὂ. Artinya:
mengkiaskan hubungan tak serasi antara dua pihak yang ditandai dengan semakin
saling menjauh.
99.
Hulὂ fatuko bawa zangasio. Artinya :
mengkiaskan dua pihak yang saling menyalahkan, pada hal kedua-duanya punya
andil dalam suatu persoalan.
100 Hulὂ
motomo lagigia, hulὂ motomo la`oro, lὂ arara balὂ aroro. Artinya : dikiskan
pada usaha atau organisasi yang tidak bertahan lama.
Selasa, 12 Mei 2020
Aku Mengembang Diriku
AKU
MENGEMBANGKAN DIRIKU
1.
Berbahagia dan bergembira
Kebahagiaan adalah suatu keadaan
hati yang timbul karena kita telah mencapai atau mengalami sesuatu.Orang yang
bahagia tampak gembira dan ceria dalam hidupnya.Dia telah melatih diri untuk
meraih dengan sadar hidup yang berarti dan ring gembira.Ia sadar bahwa hidup
yang ceria membuat batinnya mekar dan tenaganya diperbaharui .dan ia sadar
bahwa hasrat utama jiwa dan kehendak ialah kegembiraan yang mampu diperoleh
selama hidupnya.[1]
2.Mengaktualisasikan
diri
Aktualisasi diri adalah suatu proses untuk
mewujudkan kepribadian, kemampuan,serta potensi unik seseorang agar terus
bertumbh dan berkembang.Aktualisasi diri dimulai dengan menerima diri serta mendambakan
untuk menjadi lebih bijaksana.Menurut Nabi Sulaiman, orang ayng bijaksana
mengasihi jiwanya sendiri dan senang memahami dirinya.Jadi kita mulai menyadari
bahwa ada suatu “aku”dalam diri kita yang sedang menanti – nantisupaya
direalisasikan. [2]
3.Memahami diri
Diri
kita adalah samudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi.Memahami diri
sendiri dimulai dengan memperhatikan pribadi Anda:apa yang disenangi, tidak
disenangi,ciri khas pribadi Anda,kemampuan dan minat Anda.Orang yang berhasil mewujudkan
dirinya, mengerti bahwa yang menghibur dan membahagiakannya adalah hubungan
dengan dirinya yang unik dan dan tidak tergantung pada kepuasan melulu.[3]
4.Mengerti cara
diri berfungsi
Manusia
bersikap,bertindak dan berperan secara sadar maupun secara tidak sadar.
Tindakan sadar biasanya dilakukan dengan menyadari dan mengendalikan apa yang
sedang dilakukan.Sebagian besar hidup kita berlangsung dalam alam komunikasi
diri sendiri. Kita berpikir, merasa dan berbincang - bincang dengan diri kita sendiri.Kesadaran
kita tumbuh dan berkembang bersama pengetahuan dan pengalaman dalam
menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan alam.Sementara kita belajar untuk
mengukapkan diri dengan semakin jelas,kita semakin menyadari apa fungsi kita
sebagai manusia dan siapa diri kita.[4]
5.Daya hidup
Manusia
merupakan bagian dari alam semesta, yang tunduk pada hukum
penciptaan,pertumbuhan dan perubahan.Sumber daya fisik dan psikologi seseorang
datang dari alam melalui sinar dan panas matahari,unsur – unsur kimia dan
makanan, dan medan gaya disekeliling kita.Ada energiyang masih terpendam dalam
diri kita,yaitu tenaga gerak yang siap digunakan.Tenaga hidup lain adalah
dorongan seksual atau dorongan untuk makan, tetapi juga perasaan dan proese
dinamis dari tingkah laku manusia.Selin itu manusia memiliki energi spskis yang
tampak dalam kegiatan seperti berpikir menilai sesuatu.
Filsuf
Tionghoa mengakui betapa penting dua kekuatan dasar dalam diri manusia, yaitu
YANG (unsur positif ) dan YUNG( unsur
negatif). Interaksi antara dua unsur dasar in,katanya menghasilkan semua
gerakan dan perubahan.
Wujud
fisik tenaga yaitu melalui foto corona jari manusia yang memancarkan aneka
warna.Dari warna tersebut dapat dilihat pelbagai suasana hati yang dialami oleh
manusia.[5]
6.Bertujuan
Dalam
hidup ini anda mempunyai tujuan ganda: pertama, hidup dan tumbuh, dan dengan
demikian belajar, menemukan dan mengembangkan ‘Aku’ anda semampu anda. Makna
tujuan ini adalah mengalami kegembiraan dan perkembangan pribadi.
Tujuan kedua adalah
memepelajari apa saja yang mungkin tentang dunia dan alam semesta ini, supaya
anda dapat menyumbangkan sesuatu pada kebudayaan dan perkembangan umat manusia.
Tujuan dan cita-cita
manusia erat sekali kaitannya dengan nilai-nilai yang dianggap penting.
Nilai-nilai yang umumnya dianggap penting adalah harta, kekuasaan, pelayanan
terhadap sesama, cinta dan keindahan seperti yang diungkapkan dalam seni.
Seumur hidup, takkan
pernah anda berhentimencari nilai-nilai dan tujuan pribadi anda sendiri.
Tujuan, sasaran, cita-cita dan nilai anda itu beraneka rupa dan berubah-ubah
sesuai dengan perkembangan, waktu, keadaan dan pengalaman. Apa yang anda hargai
dan anda cita-citakan pada masa muda, sering berbeda dengan apa yang akan anda
hargai dan cita-citakan di kemudian hari. Orang yang berpegang pada nilai-nilai
dan tujuan, senantiasa mengharapkan yang terbaik, lalu menghayati hidup mereka
sungguh-sungguh serta merasa bertanggungjawab supaya berhasil mewujudkan.[6]
7.Mencintai dan
mengukuh-kan kemauan
Mencintai tidakalah mudah,
dan juga tidak selalu membawa kegembiraan dan kebahagiaan. Kepedihan hati serta
kekecewaan akibat cinta harus kita akui adanya. Termasuk pula di dalamnya
penolakan cinta atau cinta tak berbalas, rasa cemburu serta pilih kasih. Rasa
benci, dendam, dengki serta masih banyak kejahatan lain, merupakan kebalikan
cinta yang nyta. Semua pengalaman ini merupakan risiko yang harus kita ambil,
apabila kita membuka diri secara mendalam kepada sesama.
Ada banyak cara untuk
menyampaikan tenaga hidup anda kepadasesama lewat cinta: Cinta serta semangat
menolong dari seorang ibu terhadap anak-anaknya; cinta dan ketergantungan
anak-anak pada ibu mereka; cinta seksual yang menjadi ungkapan kasih sayang
orang dewasa. Semua bentuk cinta ini merupakan ungkapan yang unik dari tenaga
hidup yang disariah ini. Bentuk-bentuk lain, meliputi kasih sayang dan ikatan
batin dengan teman-teman kita yang memeperbesar kegembiraan dan mengurangi
penderitaan kita serta cinta kebapaan berupa keprihatinan terhadap keluarga dan
pemeliharaan. Kekuatan hidup anda meluas dari kasih sayang terhadap diri
sendiri menuju sesama, alam, dan akhirnya kepada Tuhan alam semesta. Yang
penting, anda membuka diri terhadap sesama dan terus belajar mencintai sepenuh
mungkin.
Hidup tanpa cintakasih,
sesungguhnya adalah maut yang hidup. Cintalah yang membuat hidup kita bagikan
surga. Sedangkan hidup tidak mencinta tanpa perhatian, kasihsayang
ataupengabdian menciptakan mereka, yang diwarnai rasa putusasa dan tanpa
tujuan. Tanpa cinta kita bukan apa-apa makhluk tanpa hubungan, hamapa,
kesepian, merana.
Cinta biasanya
ditunjukkan melalui berbagai rupa perhatian, pengakuan, hubungan fisik serta
keterlibatan dalam jangka waktu lama. Cinta pada diri sendiri juga diungkapkan
dengan memperhatikan dan memelihara diri sendiri, misalnya:
·
Menata rambut
·
Membuat marasakan
istimewa buat diri sendiri
·
Membeli pakaian yang
menarik
·
Menyurati atau
mengunjungi sahabat karib di daerah lain
·
Memakai cincin permata
·
Berkata: “Saya
benar-benar merasa puas dengan tugas
yang baru saja saya selesaikan.”
·
Berenang di malam yang
berbintang
·
Memijatkan otot-otot
leher
·
Makan manisan kesukaan
·
Beristirahat dan
santai-santai
·
Menikmati hobi
kesayangan [7]
8.Mengetahui,
mewujudkan dan mengembangkan kehendak
Kehendak
adalah kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu. Kehendak merupakan
suatu kekuatan dalam diri anda yang mendorong anda melaksanakan sesuatu yang
anda rasa penting.
Para
ahli ilmu jiwa menunjukkan bahwa kehendak dikembangkan dan diperteguh melalui
latihan-latihan yang menekankan pemilihan dan pemantapan diri. Latihan-latihan
fisik dan mental yang sesuai, kalaudilaksanakan secara teratur, membuat kita
mampu untuk semakin efektif mewujudkan dan menggunakan kehendak kita. Mereka
yang telah mengembangkan kahendaknya, dikatakan ‘mampu mengambil keputusan
sendiri’, ‘berkemauan keras’, atau’ menguasai diri’.
Pengendalian
daya (energi) hidup secara sadar, dimulai dengan mengatur pikiran-pikiran dan
mengadakan pilihan pribadi, yang menghasilkan kemauan dan pernyataan-pernyataan
yang jelas tentang apa yang anda anggap tepat.[8]
9.Merencanakan
Manusia masa kini dapat mendayagunakan pengetahuan
dan teknologi untuk merancang dan
membentuk masa depannya. Kita merancang dan membentuk masa depannya. Kita
merancang mesin-mesin canggih yang meningkatkan kemampuan kita untuk membangun
dan berkomunikasi. Kita merencanakan dan membangun rumah, sekolah, pabrik,
taman, kota dan banyak lembaga lain supaya hidup kita lebih sejahtera. Kita
selalu berusaha merencanakanpola-pola hidup yang baru dan lebin baik bagi kita.
Begitu
rencana-rencana kita untuk meningkatkan kehidupan materiil terwujud, kitra
mulai mengenadah dantidak lagi merasa puas dengan sekadar kekuatan dan harta
yang kita miliki. Akal budi manusia selalu mencari dan hatinya selalu rindu,
dan ini terungkap dalam cita-cita. Tercapai atau tidak, itu tidak begitu
penting. Namun, cita-cita ini dapat menjadi nyta, jika diungkapakan secara
sistematis dalam bentuk sasaran yang dapat dicapai melalui perencanaan yang
cemat.
Setia rencana tidak pernah terlaksana secara
sempurna. Hampir tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dan, mungkin ada langkah
yang meleset. Kalau resep yang telah anda ramu untuk membuat kue tidak berhasil
seperti yang anda harapkan, lain kali anda pasti mengganti bahan dan cara
pembuatannya. Maka bersiap-siaplah untuk mengalami kekecewaan dan kegagalan,
untuk meninjau kembali rencana semula dan mengatur kembali langkah-langkah
utama, atau bahkan untuk mengugah perencanaan anda. Dengan berulangkali
menyelidiki apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagi perkembangan bagi
anda, anda akan dapat meyusun kembali rencana dan tujuan hidup anda dengan sikap
yang lebih bijaksana.[9]
10.Bekerja
Apabila
tujuan hidup anda sudah anda tentukan sendiri dalam bentuk sasaran-sasaran dan
tujuan pribadi yang realistis, maka anda telah memiliki motivasi. Dengan
menggiatkan kehendak, anda dapat merencanakan dan menentukan cara terbaik untuk
mewujudkan tujuan anda. Sehingga, apa yang anda kehendaki dan rencanakan,
menjadi nyta dalam perbuatan atau pekerjaan yang anda lakukan. Bekerja
memerlukan tenaga dan usaha lama untuk melaksanakan hal-hal yang anda
kehendaki.
Hidup ini menuntut berbagai macam pekerjaan dan
usaha. Banyak waktu yang anda gunakan untuk urusan sehari-hari; misalnya,
memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan segala macam usaha untuk
menjalin hidup ini. Kadang-kadang kita juga terlibat dalam tugas dan pekerjaan
yang tidak memuaskan dan tidak berarti bagi perkembangan pribadi kita. Tetapi,
tugas-tugas ini pun mendukung aktualisasi diri kita. Sebab, setiap orang yang
bekerja dan mencari rezeki, memperlihatkan perhatian, usaha dan tanggungjawab
pada diri sendiri. Pekerjaan membawa kesejahteraan dalam bentuk yang
berbeda-beda.[10]
11.Memajukan
dan mengelola diri sendiri
Hampir kita semua berharap dapat memperbaiki diri
dengan berusaha terus untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi sebagaimana telah
kita rencanakan. Kita berikhtiar menjadi ‘orang yang lebih baik’, dapat membina
diri menjadi ‘manusia sejati’. Untuk mencapai hal itu, berbagai macam cara
telah kita lakukan. Melaluimawas diri, merenung, belajar, bekerja, berusaha dan
berdoa,maksud dan tekad kita untuk maju semakin berkembang. Namun, bertekad
baik dan bekerja semata-mata, tidak akan membantu kita mengatasi
kebisaan-kebiasaan buruk atau mencapai tujuan dengan jalan yang paling tepat.
Yang diperlukan adalah: usaha secara sadar dan sistematis untuk mengatur
tingkalaku kita dan mengelola diri kita secara sadar dan sistematis untuk
mengatur tingkahlaku kita dan mengelola diri kita secara tepat;pendeknya
:pengelolaan diri.Hidup tertib dimulai dengan betul – betul memahami kebutuhan,
masalah,tujuan serta rencana untuk maju dan mengatur diri.
Beberapa hal yang dapat membantu kita dalam tujuan
hidup adalah sebagai berikut:
1. Mengubah
suasana
2. Menetapkan
suatu kebiasaan positif
3. Menciptakan
tingkahlaku yang berlawanan
4. Menghukum
diri sendiri
5. Menjebol
kebiasaan buruk
6. Mengatasi
rasa takut[11]
12.Mengurangi
rasa tegang
Untuk
mempertahankan keseimbangan dalam hidup,anda harus melepaskan ketegangan yang
telah tertimbun.Sementara berjuang kerasuntuk menertibkan dan menguasai
diri,anda memusatkan perhatian dan tenaga pada tujuan dan harapan anda.Untuk
mengurangi ketegangan,latihan fisik seperti berjalan – jalan,senam,naik
sepeda,menarik nafas dalam – dalam dan gerak badan sangat bermanfaat,asal
dilakukan secara teratur.Secara analisis logis,pertimbangan dan penalaran
membantu untuk menemukan mana sebab dan mana akibat masalah anda,maka anda
dapat mengurangi banyak ketegangan dan kecemasan.[12]
13.Menyadari
arti orang lain bagi kita
Dengan
menjalin hubungan dengan orang lain,sehingga mereka ditolong
memperolehkebutuhan mereka, anda sebenarnya memenuhi kebutuhan jasmani rohani
anda sendiri.Orang yang berarti bagi kita ialah sahabat, kekasih, anggota
keluarga,atau siap saja yang mau memahami dan menerima kita apa adanya
,sekarang dan esok.Kita berbagi rasa dan pikiran yang terdalam dengan mereka
;mereka memberi semangat dan dorongan kepada kita melalui kontak lahir batin
dan meallui kepercayaan bahwa kita orang yang berharga.Ketika anda menjadi
orang yang berarti bagi orang lain,anda membantu mereka pula untuk dapat lebih
mencintai dan sekaligus anda membantu diri sendiri menjadi lebih
manusiawi.Untuk itu diperlukan kesadaran,keterbukaan dan kepekaan.Itu berarti
kita berbagi :memberi dam menerima,dan kadang – kadang juga mengorbankan
kepentingan diri.[13]
14.Memperbaharui
diri
Untuk
memperbaharui diri,pertama diperlukan istiraharat, tidur, dan hiburan secara
teratur.Dengan menghentikan segenap pekerjaan rutin untuk beberapa saat,kita
menyegarkan diri supaya dapat bekerja lagi dengan semangat baru. Tidursecara
teratur dan cukup,mengembalikan tenaga dan menghilangkan kelelahan.Merangsang
tubuh dengan lembut,misalnya dengan berjemur di panas matahari atau
dipijat,dapat membangkitkan kembali tenaga kita.[14]
15.Percaya
akan diri sendiri dan bersyukur
Menghargai
dan mempercayai diri sendiri, itu perlu sekali.Kepercayaan yang dihasilkan oleh
keyakinan, bahwa anda mampu untuk menjadi diri sendiri dimana keyakinan bahwa
dapat menentukan diri, mendorong,untuk bertanggungjawab terhadap perkembangan
hidup.
Hidup
adalah suatu proses meneguhkan diri,memperbaharui diri dan mencari nilai –nilai
baru secaara terus menerus.Albert E.(1879-1955) mengngatkan kita,bahwa meskipun
ilmu –ilmu mengjarkan fakta –fakta namun tujuan tertinggi kehidupan dirumuskan
dari cita –cita dan dambaan manusia sendiri.[15]
[1] Robert E.Vallent,Aku
Mengembangkan Diriku,Jakarta :Yayasan Cipta Loka Caraka,Cet.1,hlm10-13.
[2] Ibid; hlm.15-16.
[3] Ibid; hlm.18-23.
[4] Ibid; hlm.28-29.
[5] Ibid; hlm.35-40.
[6] Ibid; hlm. 44-49.
[7] Ibid; hlm. 53-58.
[8] Ibid; hlm. 62-66.
[9] Ibid; hlm. 67-71.
[10] Ibid; hlm. 74-75.
[11] Ibid; hlm. 80-98.
[12] Ibid; hlm.101-106.
[13] Ibid; hlm. 108-109.
[14] Ibid; hlm. 115-116.
[15] Ibid; hlm. 127-129.
Langganan:
Komentar (Atom)