AKU
MENGEMBANGKAN DIRIKU
1.
Berbahagia dan bergembira
Kebahagiaan adalah suatu keadaan
hati yang timbul karena kita telah mencapai atau mengalami sesuatu.Orang yang
bahagia tampak gembira dan ceria dalam hidupnya.Dia telah melatih diri untuk
meraih dengan sadar hidup yang berarti dan ring gembira.Ia sadar bahwa hidup
yang ceria membuat batinnya mekar dan tenaganya diperbaharui .dan ia sadar
bahwa hasrat utama jiwa dan kehendak ialah kegembiraan yang mampu diperoleh
selama hidupnya.[1]
2.Mengaktualisasikan
diri
Aktualisasi diri adalah suatu proses untuk
mewujudkan kepribadian, kemampuan,serta potensi unik seseorang agar terus
bertumbh dan berkembang.Aktualisasi diri dimulai dengan menerima diri serta mendambakan
untuk menjadi lebih bijaksana.Menurut Nabi Sulaiman, orang ayng bijaksana
mengasihi jiwanya sendiri dan senang memahami dirinya.Jadi kita mulai menyadari
bahwa ada suatu “aku”dalam diri kita yang sedang menanti – nantisupaya
direalisasikan. [2]
3.Memahami diri
Diri
kita adalah samudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi.Memahami diri
sendiri dimulai dengan memperhatikan pribadi Anda:apa yang disenangi, tidak
disenangi,ciri khas pribadi Anda,kemampuan dan minat Anda.Orang yang berhasil mewujudkan
dirinya, mengerti bahwa yang menghibur dan membahagiakannya adalah hubungan
dengan dirinya yang unik dan dan tidak tergantung pada kepuasan melulu.[3]
4.Mengerti cara
diri berfungsi
Manusia
bersikap,bertindak dan berperan secara sadar maupun secara tidak sadar.
Tindakan sadar biasanya dilakukan dengan menyadari dan mengendalikan apa yang
sedang dilakukan.Sebagian besar hidup kita berlangsung dalam alam komunikasi
diri sendiri. Kita berpikir, merasa dan berbincang - bincang dengan diri kita sendiri.Kesadaran
kita tumbuh dan berkembang bersama pengetahuan dan pengalaman dalam
menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan alam.Sementara kita belajar untuk
mengukapkan diri dengan semakin jelas,kita semakin menyadari apa fungsi kita
sebagai manusia dan siapa diri kita.[4]
5.Daya hidup
Manusia
merupakan bagian dari alam semesta, yang tunduk pada hukum
penciptaan,pertumbuhan dan perubahan.Sumber daya fisik dan psikologi seseorang
datang dari alam melalui sinar dan panas matahari,unsur – unsur kimia dan
makanan, dan medan gaya disekeliling kita.Ada energiyang masih terpendam dalam
diri kita,yaitu tenaga gerak yang siap digunakan.Tenaga hidup lain adalah
dorongan seksual atau dorongan untuk makan, tetapi juga perasaan dan proese
dinamis dari tingkah laku manusia.Selin itu manusia memiliki energi spskis yang
tampak dalam kegiatan seperti berpikir menilai sesuatu.
Filsuf
Tionghoa mengakui betapa penting dua kekuatan dasar dalam diri manusia, yaitu
YANG (unsur positif ) dan YUNG( unsur
negatif). Interaksi antara dua unsur dasar in,katanya menghasilkan semua
gerakan dan perubahan.
Wujud
fisik tenaga yaitu melalui foto corona jari manusia yang memancarkan aneka
warna.Dari warna tersebut dapat dilihat pelbagai suasana hati yang dialami oleh
manusia.[5]
6.Bertujuan
Dalam
hidup ini anda mempunyai tujuan ganda: pertama, hidup dan tumbuh, dan dengan
demikian belajar, menemukan dan mengembangkan ‘Aku’ anda semampu anda. Makna
tujuan ini adalah mengalami kegembiraan dan perkembangan pribadi.
Tujuan kedua adalah
memepelajari apa saja yang mungkin tentang dunia dan alam semesta ini, supaya
anda dapat menyumbangkan sesuatu pada kebudayaan dan perkembangan umat manusia.
Tujuan dan cita-cita
manusia erat sekali kaitannya dengan nilai-nilai yang dianggap penting.
Nilai-nilai yang umumnya dianggap penting adalah harta, kekuasaan, pelayanan
terhadap sesama, cinta dan keindahan seperti yang diungkapkan dalam seni.
Seumur hidup, takkan
pernah anda berhentimencari nilai-nilai dan tujuan pribadi anda sendiri.
Tujuan, sasaran, cita-cita dan nilai anda itu beraneka rupa dan berubah-ubah
sesuai dengan perkembangan, waktu, keadaan dan pengalaman. Apa yang anda hargai
dan anda cita-citakan pada masa muda, sering berbeda dengan apa yang akan anda
hargai dan cita-citakan di kemudian hari. Orang yang berpegang pada nilai-nilai
dan tujuan, senantiasa mengharapkan yang terbaik, lalu menghayati hidup mereka
sungguh-sungguh serta merasa bertanggungjawab supaya berhasil mewujudkan.[6]
7.Mencintai dan
mengukuh-kan kemauan
Mencintai tidakalah mudah,
dan juga tidak selalu membawa kegembiraan dan kebahagiaan. Kepedihan hati serta
kekecewaan akibat cinta harus kita akui adanya. Termasuk pula di dalamnya
penolakan cinta atau cinta tak berbalas, rasa cemburu serta pilih kasih. Rasa
benci, dendam, dengki serta masih banyak kejahatan lain, merupakan kebalikan
cinta yang nyta. Semua pengalaman ini merupakan risiko yang harus kita ambil,
apabila kita membuka diri secara mendalam kepada sesama.
Ada banyak cara untuk
menyampaikan tenaga hidup anda kepadasesama lewat cinta: Cinta serta semangat
menolong dari seorang ibu terhadap anak-anaknya; cinta dan ketergantungan
anak-anak pada ibu mereka; cinta seksual yang menjadi ungkapan kasih sayang
orang dewasa. Semua bentuk cinta ini merupakan ungkapan yang unik dari tenaga
hidup yang disariah ini. Bentuk-bentuk lain, meliputi kasih sayang dan ikatan
batin dengan teman-teman kita yang memeperbesar kegembiraan dan mengurangi
penderitaan kita serta cinta kebapaan berupa keprihatinan terhadap keluarga dan
pemeliharaan. Kekuatan hidup anda meluas dari kasih sayang terhadap diri
sendiri menuju sesama, alam, dan akhirnya kepada Tuhan alam semesta. Yang
penting, anda membuka diri terhadap sesama dan terus belajar mencintai sepenuh
mungkin.
Hidup tanpa cintakasih,
sesungguhnya adalah maut yang hidup. Cintalah yang membuat hidup kita bagikan
surga. Sedangkan hidup tidak mencinta tanpa perhatian, kasihsayang
ataupengabdian menciptakan mereka, yang diwarnai rasa putusasa dan tanpa
tujuan. Tanpa cinta kita bukan apa-apa makhluk tanpa hubungan, hamapa,
kesepian, merana.
Cinta biasanya
ditunjukkan melalui berbagai rupa perhatian, pengakuan, hubungan fisik serta
keterlibatan dalam jangka waktu lama. Cinta pada diri sendiri juga diungkapkan
dengan memperhatikan dan memelihara diri sendiri, misalnya:
·
Menata rambut
·
Membuat marasakan
istimewa buat diri sendiri
·
Membeli pakaian yang
menarik
·
Menyurati atau
mengunjungi sahabat karib di daerah lain
·
Memakai cincin permata
·
Berkata: “Saya
benar-benar merasa puas dengan tugas
yang baru saja saya selesaikan.”
·
Berenang di malam yang
berbintang
·
Memijatkan otot-otot
leher
·
Makan manisan kesukaan
·
Beristirahat dan
santai-santai
·
Menikmati hobi
kesayangan [7]
8.Mengetahui,
mewujudkan dan mengembangkan kehendak
Kehendak
adalah kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu. Kehendak merupakan
suatu kekuatan dalam diri anda yang mendorong anda melaksanakan sesuatu yang
anda rasa penting.
Para
ahli ilmu jiwa menunjukkan bahwa kehendak dikembangkan dan diperteguh melalui
latihan-latihan yang menekankan pemilihan dan pemantapan diri. Latihan-latihan
fisik dan mental yang sesuai, kalaudilaksanakan secara teratur, membuat kita
mampu untuk semakin efektif mewujudkan dan menggunakan kehendak kita. Mereka
yang telah mengembangkan kahendaknya, dikatakan ‘mampu mengambil keputusan
sendiri’, ‘berkemauan keras’, atau’ menguasai diri’.
Pengendalian
daya (energi) hidup secara sadar, dimulai dengan mengatur pikiran-pikiran dan
mengadakan pilihan pribadi, yang menghasilkan kemauan dan pernyataan-pernyataan
yang jelas tentang apa yang anda anggap tepat.[8]
9.Merencanakan
Manusia masa kini dapat mendayagunakan pengetahuan
dan teknologi untuk merancang dan
membentuk masa depannya. Kita merancang dan membentuk masa depannya. Kita
merancang mesin-mesin canggih yang meningkatkan kemampuan kita untuk membangun
dan berkomunikasi. Kita merencanakan dan membangun rumah, sekolah, pabrik,
taman, kota dan banyak lembaga lain supaya hidup kita lebih sejahtera. Kita
selalu berusaha merencanakanpola-pola hidup yang baru dan lebin baik bagi kita.
Begitu
rencana-rencana kita untuk meningkatkan kehidupan materiil terwujud, kitra
mulai mengenadah dantidak lagi merasa puas dengan sekadar kekuatan dan harta
yang kita miliki. Akal budi manusia selalu mencari dan hatinya selalu rindu,
dan ini terungkap dalam cita-cita. Tercapai atau tidak, itu tidak begitu
penting. Namun, cita-cita ini dapat menjadi nyta, jika diungkapakan secara
sistematis dalam bentuk sasaran yang dapat dicapai melalui perencanaan yang
cemat.
Setia rencana tidak pernah terlaksana secara
sempurna. Hampir tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dan, mungkin ada langkah
yang meleset. Kalau resep yang telah anda ramu untuk membuat kue tidak berhasil
seperti yang anda harapkan, lain kali anda pasti mengganti bahan dan cara
pembuatannya. Maka bersiap-siaplah untuk mengalami kekecewaan dan kegagalan,
untuk meninjau kembali rencana semula dan mengatur kembali langkah-langkah
utama, atau bahkan untuk mengugah perencanaan anda. Dengan berulangkali
menyelidiki apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagi perkembangan bagi
anda, anda akan dapat meyusun kembali rencana dan tujuan hidup anda dengan sikap
yang lebih bijaksana.[9]
10.Bekerja
Apabila
tujuan hidup anda sudah anda tentukan sendiri dalam bentuk sasaran-sasaran dan
tujuan pribadi yang realistis, maka anda telah memiliki motivasi. Dengan
menggiatkan kehendak, anda dapat merencanakan dan menentukan cara terbaik untuk
mewujudkan tujuan anda. Sehingga, apa yang anda kehendaki dan rencanakan,
menjadi nyta dalam perbuatan atau pekerjaan yang anda lakukan. Bekerja
memerlukan tenaga dan usaha lama untuk melaksanakan hal-hal yang anda
kehendaki.
Hidup ini menuntut berbagai macam pekerjaan dan
usaha. Banyak waktu yang anda gunakan untuk urusan sehari-hari; misalnya,
memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan segala macam usaha untuk
menjalin hidup ini. Kadang-kadang kita juga terlibat dalam tugas dan pekerjaan
yang tidak memuaskan dan tidak berarti bagi perkembangan pribadi kita. Tetapi,
tugas-tugas ini pun mendukung aktualisasi diri kita. Sebab, setiap orang yang
bekerja dan mencari rezeki, memperlihatkan perhatian, usaha dan tanggungjawab
pada diri sendiri. Pekerjaan membawa kesejahteraan dalam bentuk yang
berbeda-beda.[10]
11.Memajukan
dan mengelola diri sendiri
Hampir kita semua berharap dapat memperbaiki diri
dengan berusaha terus untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi sebagaimana telah
kita rencanakan. Kita berikhtiar menjadi ‘orang yang lebih baik’, dapat membina
diri menjadi ‘manusia sejati’. Untuk mencapai hal itu, berbagai macam cara
telah kita lakukan. Melaluimawas diri, merenung, belajar, bekerja, berusaha dan
berdoa,maksud dan tekad kita untuk maju semakin berkembang. Namun, bertekad
baik dan bekerja semata-mata, tidak akan membantu kita mengatasi
kebisaan-kebiasaan buruk atau mencapai tujuan dengan jalan yang paling tepat.
Yang diperlukan adalah: usaha secara sadar dan sistematis untuk mengatur
tingkalaku kita dan mengelola diri kita secara sadar dan sistematis untuk
mengatur tingkahlaku kita dan mengelola diri kita secara tepat;pendeknya
:pengelolaan diri.Hidup tertib dimulai dengan betul – betul memahami kebutuhan,
masalah,tujuan serta rencana untuk maju dan mengatur diri.
Beberapa hal yang dapat membantu kita dalam tujuan
hidup adalah sebagai berikut:
1. Mengubah
suasana
2. Menetapkan
suatu kebiasaan positif
3. Menciptakan
tingkahlaku yang berlawanan
4. Menghukum
diri sendiri
5. Menjebol
kebiasaan buruk
6. Mengatasi
rasa takut[11]
12.Mengurangi
rasa tegang
Untuk
mempertahankan keseimbangan dalam hidup,anda harus melepaskan ketegangan yang
telah tertimbun.Sementara berjuang kerasuntuk menertibkan dan menguasai
diri,anda memusatkan perhatian dan tenaga pada tujuan dan harapan anda.Untuk
mengurangi ketegangan,latihan fisik seperti berjalan – jalan,senam,naik
sepeda,menarik nafas dalam – dalam dan gerak badan sangat bermanfaat,asal
dilakukan secara teratur.Secara analisis logis,pertimbangan dan penalaran
membantu untuk menemukan mana sebab dan mana akibat masalah anda,maka anda
dapat mengurangi banyak ketegangan dan kecemasan.[12]
13.Menyadari
arti orang lain bagi kita
Dengan
menjalin hubungan dengan orang lain,sehingga mereka ditolong
memperolehkebutuhan mereka, anda sebenarnya memenuhi kebutuhan jasmani rohani
anda sendiri.Orang yang berarti bagi kita ialah sahabat, kekasih, anggota
keluarga,atau siap saja yang mau memahami dan menerima kita apa adanya
,sekarang dan esok.Kita berbagi rasa dan pikiran yang terdalam dengan mereka
;mereka memberi semangat dan dorongan kepada kita melalui kontak lahir batin
dan meallui kepercayaan bahwa kita orang yang berharga.Ketika anda menjadi
orang yang berarti bagi orang lain,anda membantu mereka pula untuk dapat lebih
mencintai dan sekaligus anda membantu diri sendiri menjadi lebih
manusiawi.Untuk itu diperlukan kesadaran,keterbukaan dan kepekaan.Itu berarti
kita berbagi :memberi dam menerima,dan kadang – kadang juga mengorbankan
kepentingan diri.[13]
14.Memperbaharui
diri
Untuk
memperbaharui diri,pertama diperlukan istiraharat, tidur, dan hiburan secara
teratur.Dengan menghentikan segenap pekerjaan rutin untuk beberapa saat,kita
menyegarkan diri supaya dapat bekerja lagi dengan semangat baru. Tidursecara
teratur dan cukup,mengembalikan tenaga dan menghilangkan kelelahan.Merangsang
tubuh dengan lembut,misalnya dengan berjemur di panas matahari atau
dipijat,dapat membangkitkan kembali tenaga kita.[14]
15.Percaya
akan diri sendiri dan bersyukur
Menghargai
dan mempercayai diri sendiri, itu perlu sekali.Kepercayaan yang dihasilkan oleh
keyakinan, bahwa anda mampu untuk menjadi diri sendiri dimana keyakinan bahwa
dapat menentukan diri, mendorong,untuk bertanggungjawab terhadap perkembangan
hidup.
Hidup
adalah suatu proses meneguhkan diri,memperbaharui diri dan mencari nilai –nilai
baru secaara terus menerus.Albert E.(1879-1955) mengngatkan kita,bahwa meskipun
ilmu –ilmu mengjarkan fakta –fakta namun tujuan tertinggi kehidupan dirumuskan
dari cita –cita dan dambaan manusia sendiri.[15]
[1] Robert E.Vallent,Aku
Mengembangkan Diriku,Jakarta :Yayasan Cipta Loka Caraka,Cet.1,hlm10-13.
[2] Ibid; hlm.15-16.
[3] Ibid; hlm.18-23.
[4] Ibid; hlm.28-29.
[5] Ibid; hlm.35-40.
[6] Ibid; hlm. 44-49.
[7] Ibid; hlm. 53-58.
[8] Ibid; hlm. 62-66.
[9] Ibid; hlm. 67-71.
[10] Ibid; hlm. 74-75.
[11] Ibid; hlm. 80-98.
[12] Ibid; hlm.101-106.
[13] Ibid; hlm. 108-109.
[14] Ibid; hlm. 115-116.
[15] Ibid; hlm. 127-129.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar