Selasa, 12 Mei 2020

Aku Mengembang Diriku




                                                AKU MENGEMBANGKAN DIRIKU
     
1. Berbahagia dan bergembira
                    Kebahagiaan adalah suatu keadaan hati yang timbul karena kita telah mencapai atau  mengalami sesuatu.Orang yang bahagia tampak gembira dan ceria dalam hidupnya.Dia telah melatih diri untuk meraih dengan sadar hidup yang berarti dan ring gembira.Ia sadar bahwa hidup yang ceria membuat batinnya mekar dan tenaganya diperbaharui .dan ia sadar bahwa hasrat utama jiwa dan kehendak ialah kegembiraan yang mampu diperoleh selama hidupnya.[1]
            2.Mengaktualisasikan diri
Aktualisasi diri adalah suatu proses untuk mewujudkan kepribadian, kemampuan,serta potensi unik seseorang agar terus bertumbh dan berkembang.Aktualisasi diri dimulai dengan menerima diri serta mendambakan untuk menjadi lebih bijaksana.Menurut Nabi Sulaiman, orang ayng bijaksana mengasihi jiwanya sendiri dan senang memahami dirinya.Jadi kita mulai menyadari bahwa ada suatu “aku”dalam diri kita yang sedang menanti – nantisupaya direalisasikan. [2]
3.Memahami diri
            Diri kita adalah samudera penuh rahasia yang menanti untuk dijelajahi.Memahami diri sendiri dimulai dengan memperhatikan pribadi Anda:apa yang disenangi, tidak disenangi,ciri khas pribadi Anda,kemampuan dan minat Anda.Orang yang berhasil mewujudkan dirinya, mengerti bahwa yang menghibur dan membahagiakannya adalah hubungan dengan dirinya yang unik dan dan tidak tergantung pada kepuasan melulu.[3]
4.Mengerti cara diri berfungsi
          Manusia bersikap,bertindak dan berperan secara sadar maupun secara tidak sadar. Tindakan sadar biasanya dilakukan dengan menyadari dan mengendalikan apa yang sedang dilakukan.Sebagian besar hidup kita berlangsung dalam alam komunikasi diri sendiri. Kita berpikir, merasa dan berbincang  - bincang dengan diri kita sendiri.Kesadaran kita tumbuh dan berkembang bersama pengetahuan dan pengalaman dalam menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan alam.Sementara kita belajar untuk mengukapkan diri dengan semakin jelas,kita semakin menyadari apa fungsi kita sebagai manusia dan siapa diri kita.[4]
5.Daya hidup
      Manusia merupakan bagian dari alam semesta, yang tunduk pada hukum penciptaan,pertumbuhan dan perubahan.Sumber daya fisik dan psikologi seseorang datang dari alam melalui sinar dan panas matahari,unsur – unsur kimia dan makanan, dan medan gaya disekeliling kita.Ada energiyang masih terpendam dalam diri kita,yaitu tenaga gerak yang siap digunakan.Tenaga hidup lain adalah dorongan seksual atau dorongan untuk makan, tetapi juga perasaan dan proese dinamis dari tingkah laku manusia.Selin itu manusia memiliki energi spskis yang tampak dalam kegiatan seperti berpikir menilai sesuatu.
             Filsuf Tionghoa mengakui betapa penting dua kekuatan dasar dalam diri manusia, yaitu YANG (unsur positif ) dan YUNG(  unsur negatif). Interaksi antara dua unsur dasar in,katanya menghasilkan semua gerakan dan perubahan.
               Wujud fisik tenaga yaitu melalui foto corona jari manusia yang memancarkan aneka warna.Dari warna tersebut dapat dilihat pelbagai suasana hati yang dialami oleh manusia.[5]
            6.Bertujuan
              Dalam hidup ini anda mempunyai tujuan ganda: pertama, hidup dan tumbuh, dan dengan demikian belajar, menemukan dan mengembangkan ‘Aku’ anda semampu anda. Makna tujuan ini adalah mengalami kegembiraan dan perkembangan pribadi.
               Tujuan kedua adalah memepelajari apa saja yang mungkin tentang dunia dan alam semesta ini, supaya anda dapat menyumbangkan sesuatu pada kebudayaan dan perkembangan umat manusia.
               Tujuan dan cita-cita manusia erat sekali kaitannya dengan nilai-nilai yang dianggap penting. Nilai-nilai yang umumnya dianggap penting adalah harta, kekuasaan, pelayanan terhadap sesama, cinta dan keindahan seperti yang diungkapkan dalam seni.
              Seumur hidup, takkan pernah anda berhentimencari nilai-nilai dan tujuan pribadi anda sendiri. Tujuan, sasaran, cita-cita dan nilai anda itu beraneka rupa dan berubah-ubah sesuai dengan perkembangan, waktu, keadaan dan pengalaman. Apa yang anda hargai dan anda cita-citakan pada masa muda, sering berbeda dengan apa yang akan anda hargai dan cita-citakan di kemudian hari. Orang yang berpegang pada nilai-nilai dan tujuan, senantiasa mengharapkan yang terbaik, lalu menghayati hidup mereka sungguh-sungguh serta merasa bertanggungjawab supaya berhasil mewujudkan.[6]
7.Mencintai dan mengukuh-kan kemauan
            Mencintai tidakalah mudah, dan juga tidak selalu membawa kegembiraan dan kebahagiaan. Kepedihan hati serta kekecewaan akibat cinta harus kita akui adanya. Termasuk pula di dalamnya penolakan cinta atau cinta tak berbalas, rasa cemburu serta pilih kasih. Rasa benci, dendam, dengki serta masih banyak kejahatan lain, merupakan kebalikan cinta yang nyta. Semua pengalaman ini merupakan risiko yang harus kita ambil, apabila kita membuka diri secara mendalam kepada sesama.
               Ada banyak cara untuk menyampaikan tenaga hidup anda kepadasesama lewat cinta: Cinta serta semangat menolong dari seorang ibu terhadap anak-anaknya; cinta dan ketergantungan anak-anak pada ibu mereka; cinta seksual yang menjadi ungkapan kasih sayang orang dewasa. Semua bentuk cinta ini merupakan ungkapan yang unik dari tenaga hidup yang disariah ini. Bentuk-bentuk lain, meliputi kasih sayang dan ikatan batin dengan teman-teman kita yang memeperbesar kegembiraan dan mengurangi penderitaan kita serta cinta kebapaan berupa keprihatinan terhadap keluarga dan pemeliharaan. Kekuatan hidup anda meluas dari kasih sayang terhadap diri sendiri menuju sesama, alam, dan akhirnya kepada Tuhan alam semesta. Yang penting, anda membuka diri terhadap sesama dan terus belajar mencintai sepenuh mungkin.
           Hidup tanpa cintakasih, sesungguhnya adalah maut yang hidup. Cintalah yang membuat hidup kita bagikan surga. Sedangkan hidup tidak mencinta tanpa perhatian, kasihsayang ataupengabdian menciptakan mereka, yang diwarnai rasa putusasa dan tanpa tujuan. Tanpa cinta kita bukan apa-apa makhluk tanpa hubungan, hamapa, kesepian, merana.
                 Cinta biasanya ditunjukkan melalui berbagai rupa perhatian, pengakuan, hubungan fisik serta keterlibatan dalam jangka waktu lama. Cinta pada diri sendiri juga diungkapkan dengan memperhatikan dan memelihara diri sendiri, misalnya:
·         Menata rambut
·         Membuat marasakan istimewa buat diri sendiri
·         Membeli pakaian yang menarik
·         Menyurati atau mengunjungi sahabat karib di daerah lain
·         Memakai cincin permata
·         Berkata: “Saya benar-benar merasa puas  dengan tugas yang baru saja saya selesaikan.”
·         Berenang di malam yang berbintang
·         Memijatkan otot-otot leher
·         Makan manisan kesukaan
·         Beristirahat dan santai-santai
·         Menikmati hobi kesayangan [7]
8.Mengetahui, mewujudkan dan mengembangkan kehendak
                       
                Kehendak adalah kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu. Kehendak merupakan suatu kekuatan dalam diri anda yang mendorong anda melaksanakan sesuatu yang anda rasa penting.
                 Para ahli ilmu jiwa menunjukkan bahwa kehendak dikembangkan dan diperteguh melalui latihan-latihan yang menekankan pemilihan dan pemantapan diri. Latihan-latihan fisik dan mental yang sesuai, kalaudilaksanakan secara teratur, membuat kita mampu untuk semakin efektif mewujudkan dan menggunakan kehendak kita. Mereka yang telah mengembangkan kahendaknya, dikatakan ‘mampu mengambil keputusan sendiri’, ‘berkemauan keras’, atau’ menguasai diri’.
                   Pengendalian daya (energi) hidup secara sadar, dimulai dengan mengatur pikiran-pikiran dan mengadakan pilihan pribadi, yang menghasilkan kemauan dan pernyataan-pernyataan yang jelas tentang apa yang anda anggap tepat.[8]
            9.Merencanakan
    Manusia masa kini dapat mendayagunakan pengetahuan dan teknologi untuk merancang  dan membentuk masa depannya. Kita merancang dan membentuk masa depannya. Kita merancang mesin-mesin canggih yang meningkatkan kemampuan kita untuk membangun dan berkomunikasi. Kita merencanakan dan membangun rumah, sekolah, pabrik, taman, kota dan banyak lembaga lain supaya hidup kita lebih sejahtera. Kita selalu berusaha merencanakanpola-pola hidup yang baru dan lebin baik bagi kita.
     Begitu rencana-rencana kita untuk meningkatkan kehidupan materiil terwujud, kitra mulai mengenadah dantidak lagi merasa puas dengan sekadar kekuatan dan harta yang kita miliki. Akal budi manusia selalu mencari dan hatinya selalu rindu, dan ini terungkap dalam cita-cita. Tercapai atau tidak, itu tidak begitu penting. Namun, cita-cita ini dapat menjadi nyta, jika diungkapakan secara sistematis dalam bentuk sasaran yang dapat dicapai melalui perencanaan yang cemat.
   Setia rencana tidak pernah terlaksana secara sempurna. Hampir tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dan, mungkin ada langkah yang meleset. Kalau resep yang telah anda ramu untuk membuat kue tidak berhasil seperti yang anda harapkan, lain kali anda pasti mengganti bahan dan cara pembuatannya. Maka bersiap-siaplah untuk mengalami kekecewaan dan kegagalan, untuk meninjau kembali rencana semula dan mengatur kembali langkah-langkah utama, atau bahkan untuk mengugah perencanaan anda. Dengan berulangkali menyelidiki apa yang berguna dan apa yang tidak berguna bagi perkembangan bagi anda, anda akan dapat meyusun kembali rencana dan tujuan hidup anda dengan sikap yang lebih bijaksana.[9]
            10.Bekerja
   Apabila tujuan hidup anda sudah anda tentukan sendiri dalam bentuk sasaran-sasaran dan tujuan pribadi yang realistis, maka anda telah memiliki motivasi. Dengan menggiatkan kehendak, anda dapat merencanakan dan menentukan cara terbaik untuk mewujudkan tujuan anda. Sehingga, apa yang anda kehendaki dan rencanakan, menjadi nyta dalam perbuatan atau pekerjaan yang anda lakukan. Bekerja memerlukan tenaga dan usaha lama untuk melaksanakan hal-hal yang anda kehendaki.
 Hidup ini menuntut berbagai macam pekerjaan dan usaha. Banyak waktu yang anda gunakan untuk urusan sehari-hari; misalnya, memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan segala macam usaha untuk menjalin hidup ini. Kadang-kadang kita juga terlibat dalam tugas dan pekerjaan yang tidak memuaskan dan tidak berarti bagi perkembangan pribadi kita. Tetapi, tugas-tugas ini pun mendukung aktualisasi diri kita. Sebab, setiap orang yang bekerja dan mencari rezeki, memperlihatkan perhatian, usaha dan tanggungjawab pada diri sendiri. Pekerjaan membawa kesejahteraan dalam bentuk yang berbeda-beda.[10]
            11.Memajukan dan mengelola diri sendiri
 Hampir kita semua berharap dapat memperbaiki diri dengan berusaha terus untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi sebagaimana telah kita rencanakan. Kita berikhtiar menjadi ‘orang yang lebih baik’, dapat membina diri menjadi ‘manusia sejati’. Untuk mencapai hal itu, berbagai macam cara telah kita lakukan. Melaluimawas diri, merenung, belajar, bekerja, berusaha dan berdoa,maksud dan tekad kita untuk maju semakin berkembang. Namun, bertekad baik dan bekerja semata-mata, tidak akan membantu kita mengatasi kebisaan-kebiasaan buruk atau mencapai tujuan dengan jalan yang paling tepat. Yang diperlukan adalah: usaha secara sadar dan sistematis untuk mengatur tingkalaku kita dan mengelola diri kita secara sadar dan sistematis untuk mengatur tingkahlaku kita dan mengelola diri kita secara tepat;pendeknya :pengelolaan diri.Hidup tertib dimulai dengan betul – betul memahami kebutuhan, masalah,tujuan serta rencana untuk maju dan mengatur diri.
Beberapa hal yang dapat membantu kita dalam tujuan hidup adalah sebagai berikut:
1.      Mengubah suasana
2.      Menetapkan suatu kebiasaan positif
3.      Menciptakan tingkahlaku yang berlawanan
4.      Menghukum diri sendiri
5.      Menjebol kebiasaan buruk
6.      Mengatasi rasa takut[11]

12.Mengurangi rasa tegang
          Untuk mempertahankan keseimbangan dalam hidup,anda harus melepaskan ketegangan yang telah tertimbun.Sementara berjuang kerasuntuk menertibkan dan menguasai diri,anda memusatkan perhatian dan tenaga pada tujuan dan harapan anda.Untuk mengurangi ketegangan,latihan fisik seperti berjalan – jalan,senam,naik sepeda,menarik nafas dalam – dalam dan gerak badan sangat bermanfaat,asal dilakukan secara teratur.Secara analisis logis,pertimbangan dan penalaran membantu untuk menemukan mana sebab dan mana akibat masalah anda,maka anda dapat mengurangi banyak ketegangan dan kecemasan.[12]

13.Menyadari arti orang lain bagi kita
      Dengan menjalin hubungan dengan orang lain,sehingga mereka ditolong memperolehkebutuhan mereka, anda sebenarnya memenuhi kebutuhan jasmani rohani anda sendiri.Orang yang berarti bagi kita ialah sahabat, kekasih, anggota keluarga,atau siap saja yang mau memahami dan menerima kita apa adanya ,sekarang dan esok.Kita berbagi rasa dan pikiran yang terdalam dengan mereka ;mereka memberi semangat dan dorongan kepada kita melalui kontak lahir batin dan meallui kepercayaan bahwa kita orang yang berharga.Ketika anda menjadi orang yang berarti bagi orang lain,anda membantu mereka pula untuk dapat lebih mencintai dan sekaligus anda membantu diri sendiri menjadi lebih manusiawi.Untuk itu diperlukan kesadaran,keterbukaan dan kepekaan.Itu berarti kita berbagi :memberi dam menerima,dan kadang – kadang juga mengorbankan kepentingan diri.[13]

14.Memperbaharui diri
                Untuk memperbaharui diri,pertama diperlukan istiraharat, tidur, dan hiburan secara teratur.Dengan menghentikan segenap pekerjaan rutin untuk beberapa saat,kita menyegarkan diri supaya dapat bekerja lagi dengan semangat baru. Tidursecara teratur dan cukup,mengembalikan tenaga dan menghilangkan kelelahan.Merangsang tubuh dengan lembut,misalnya dengan berjemur di panas matahari atau dipijat,dapat membangkitkan kembali tenaga kita.[14]

15.Percaya akan diri sendiri dan bersyukur
           Menghargai dan mempercayai diri sendiri, itu perlu sekali.Kepercayaan yang dihasilkan oleh keyakinan, bahwa anda mampu untuk menjadi diri sendiri dimana keyakinan bahwa dapat menentukan diri, mendorong,untuk bertanggungjawab terhadap perkembangan hidup.
                  Hidup adalah suatu proses meneguhkan diri,memperbaharui diri dan mencari nilai –nilai baru secaara terus menerus.Albert E.(1879-1955) mengngatkan kita,bahwa meskipun ilmu –ilmu mengjarkan fakta –fakta namun tujuan tertinggi kehidupan dirumuskan dari cita –cita dan dambaan manusia sendiri.[15]


[1] Robert E.Vallent,Aku Mengembangkan Diriku,Jakarta :Yayasan Cipta Loka Caraka,Cet.1,hlm10-13.
[2] Ibid; hlm.15-16.
[3] Ibid; hlm.18-23.
[4] Ibid; hlm.28-29.
[5] Ibid; hlm.35-40.
[6] Ibid; hlm. 44-49.
[7] Ibid; hlm. 53-58.
[8] Ibid; hlm. 62-66.
[9] Ibid; hlm. 67-71.
[10] Ibid; hlm. 74-75.
[11] Ibid; hlm. 80-98.
[12] Ibid; hlm.101-106.
[13] Ibid; hlm. 108-109.
[14] Ibid; hlm. 115-116.
[15] Ibid; hlm. 127-129.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar